Kapolres Mojokerto Buka Ruang Kritik, Minta Pers Sajikan Pemberitaan Objektif Bapenda Kabupaten Mojokerto Evaluasi Kinerja Pegawai, Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Diperkuat DPRD Kota Mojokerto Tekankan Percepatan APBD Perubahan 2026, OPD Diminta Matangkan Program dan Anggaran PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

Advertorial

Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq

badge-check


					Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq Perbesar

Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq

Majalahdetektif.com, Mojokerto – Anggota DPRD Kota Mojokerto, Budiarto mengapresiasi terselenggaranya Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq.

 

“Syukur Alhamdulillah kegiatan rutin tersebut bisa terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Terima kasih banyak atas kehadiran elemen masyarakat yang tak hanya kalangan NU saja. Tapi ada perwakilan dari Muhammadiyah, LDII, Muslimat, Aisyiah dan Fatayat,” ujar Budiarto, Politisi PKS Kota Mojokerto, Rabu (27/9/2023).

 

Ia berharap, selalu ada hal yang baru dalam acara Kenduri 5000 Layah. Dengan begitu, hati masyarakat yang datang pasti merasa berkesan.

 

“Mungkin tahun depan bisa mengundang Gus Iqdam atau Haedar Nashir,” ujar Budiarto.

 

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq dan Ning Ita, Minggu (24/9/2023) di GOR Seni Majapahit.

 

Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, S.E. mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir untuk memeriahkan Kenduri 5000 Layah Gema Maulid.

 

“Kami mengundang dari berbagai elemen masyarakat yang tak hanya kalangan NU saja. Tapi ada perwakilan dari Muhammadiyah, LDII, Muslimat, Aisyiah dan Fatayat,” ungkap Ning Ita sapaan karib Wali Kota Mojokerto.

 

Pihaknya bersyukur masih diberi nikmat untuk bisa melaksanakan agenda rutin maulid dengan kenduri 5000 layah.

 

“Semoga tradisi kenduri 5000 layah bisa dilestarikan dan diwariskan ke generasi penerus anak cucu kita,” pesan Ning Ita.

Gus Muwafiq menambahkan, Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun 571 Masehi di Arab Saudi. Dimana saat itu di sana masih masuk zaman Jahiliyah.

 

“Saat pertama kedatangan Nabi Muhammad SAW, orang Arab sempat kaget karena sebelumnya yang dikenal adalah berhala saja. Yang mengerti kenabian saat itu justru dari orang Nasrani,” terang Gus Muwafiq.

 

Lebih lanjut dikatakannya, seiring berjalannya waktu, Agama Islam kemudian berkembang. Hingga akhirnya sampai di tanah Jawa. Islam masuk ketemu sama orang Jawa yang Bhinneka Tunggal Ika.

 

“Saat itu kemudian terjadilah beberapa akulturasi budaya. Seperti yang awet saat ini salah satu contohnya dalam memperingati Maulid Nabi dengan membawa layah berisi makanan,” jelas Gus Muwafiq.

 

Lebih jauh dikatakannya, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota Mojokerto yang telah rutin menginisiasi kenduri 5000 layah setiap tahunnya.

 

“Dengan demikian kita bisa terhindar dari perpecahan serta tidak mudah diadu domba. Selain itu, kita bisa mendapatkan keberkahan karena bisa makan bersama dan doa bersama,” harap Gus Muwafiq. (Mar/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bapenda Kabupaten Mojokerto Evaluasi Kinerja Pegawai, Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Diperkuat

25 September 2026 - 16:06 WIB

DPRD Kota Mojokerto Tekankan Percepatan APBD Perubahan 2026, OPD Diminta Matangkan Program dan Anggaran

23 September 2026 - 22:51 WIB

242 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan di Mojokerto, Pemkab dan BPN Perkuat Perlindungan Aset Umat

8 September 2026 - 12:06 WIB

Kepatuhan Wajib Pajak Diguyur Apresiasi, Bapenda Mojokerto Catat PAD Rp621,06 Miliar

5 September 2026 - 06:42 WIB

Bambang Widjanarko Serap Aspirasi Warga Trowulan melalui Reses Tahap II 2026

4 September 2026 - 18:48 WIB

Trending di Advertorial