Dorong Olahraga Inklusif, Kemenpora Latih 115 Penggerak Olahraga Disabilitas di Mojokerto Realisasi PAD Mojokerto Capai 59,95 Persen, Pemkab Apresiasi Wajib Pajak Lewat Undian PKB Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial Harkopnas ke-79, Pemkab Mojokerto Dorong Koperasi Lebih Modern, Berdaya Saing dan Berbasis Kolaborasi Komisi III DPRD Kota Mojokerto Klarifikasi Aduan Seragam SMPN 3, Sekolah Tegaskan Tidak Pernah Mewajibkan Pembelian Atribut

Advertorial

Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq

badge-check


					Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq Perbesar

Budiarto Apresiasi Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq

Majalahdetektif.com, Mojokerto – Anggota DPRD Kota Mojokerto, Budiarto mengapresiasi terselenggaranya Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq.

 

“Syukur Alhamdulillah kegiatan rutin tersebut bisa terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Terima kasih banyak atas kehadiran elemen masyarakat yang tak hanya kalangan NU saja. Tapi ada perwakilan dari Muhammadiyah, LDII, Muslimat, Aisyiah dan Fatayat,” ujar Budiarto, Politisi PKS Kota Mojokerto, Rabu (27/9/2023).

 

Ia berharap, selalu ada hal yang baru dalam acara Kenduri 5000 Layah. Dengan begitu, hati masyarakat yang datang pasti merasa berkesan.

 

“Mungkin tahun depan bisa mengundang Gus Iqdam atau Haedar Nashir,” ujar Budiarto.

 

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan Kenduri 5000 Layah Gema Maulid Bersama Gus Muwafiq dan Ning Ita, Minggu (24/9/2023) di GOR Seni Majapahit.

 

Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, S.E. mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir untuk memeriahkan Kenduri 5000 Layah Gema Maulid.

 

“Kami mengundang dari berbagai elemen masyarakat yang tak hanya kalangan NU saja. Tapi ada perwakilan dari Muhammadiyah, LDII, Muslimat, Aisyiah dan Fatayat,” ungkap Ning Ita sapaan karib Wali Kota Mojokerto.

 

Pihaknya bersyukur masih diberi nikmat untuk bisa melaksanakan agenda rutin maulid dengan kenduri 5000 layah.

 

“Semoga tradisi kenduri 5000 layah bisa dilestarikan dan diwariskan ke generasi penerus anak cucu kita,” pesan Ning Ita.

Gus Muwafiq menambahkan, Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun 571 Masehi di Arab Saudi. Dimana saat itu di sana masih masuk zaman Jahiliyah.

 

“Saat pertama kedatangan Nabi Muhammad SAW, orang Arab sempat kaget karena sebelumnya yang dikenal adalah berhala saja. Yang mengerti kenabian saat itu justru dari orang Nasrani,” terang Gus Muwafiq.

 

Lebih lanjut dikatakannya, seiring berjalannya waktu, Agama Islam kemudian berkembang. Hingga akhirnya sampai di tanah Jawa. Islam masuk ketemu sama orang Jawa yang Bhinneka Tunggal Ika.

 

“Saat itu kemudian terjadilah beberapa akulturasi budaya. Seperti yang awet saat ini salah satu contohnya dalam memperingati Maulid Nabi dengan membawa layah berisi makanan,” jelas Gus Muwafiq.

 

Lebih jauh dikatakannya, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota Mojokerto yang telah rutin menginisiasi kenduri 5000 layah setiap tahunnya.

 

“Dengan demikian kita bisa terhindar dari perpecahan serta tidak mudah diadu domba. Selain itu, kita bisa mendapatkan keberkahan karena bisa makan bersama dan doa bersama,” harap Gus Muwafiq. (Mar/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dorong Olahraga Inklusif, Kemenpora Latih 115 Penggerak Olahraga Disabilitas di Mojokerto

1 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Realisasi PAD Mojokerto Capai 59,95 Persen, Pemkab Apresiasi Wajib Pajak Lewat Undian PKB

30 Juli 2026 - 07:35 WIB

Realisasi PAD Mojokerto Capai 59,95 Persen, Pemkab Apresiasi Wajib Pajak Lewat Undian PKB

Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah

27 Juli 2026 - 14:47 WIB

Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah

Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial

22 Juli 2026 - 11:25 WIB

Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial

Harkopnas ke-79, Pemkab Mojokerto Dorong Koperasi Lebih Modern, Berdaya Saing dan Berbasis Kolaborasi

21 Juli 2026 - 11:13 WIB

Trending di Advertorial