Mojokerto, majalahdetektif.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur bersama DPMD Kabupaten Mojokerto melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kamis (28/8/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi program DPMD Provinsi Jawa Timur bersama JTV untuk promosi produk unggulan masyarakat desa Sumolawang salah satunya berupa alas kaki. Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Sumolawang ini membahas perkembangan program dan unit usaha yang dikelola Bumdesa.

Sejumlah unit usaha yang saat ini dikembangkan Bumdesa Mitra Abadi di antaranya adalah unit perdagangan ; unit jasa pascapanen; unit persewaan; unit peternakan; . Pada kesempatan tersebut turut hadir pula tim dari JTV untuk menjajaki kerja sama publikasi dalam rangka promosi produk-produk unggulan desa, khususnya UMKM pengrajin.
Direktur Bumdesa Mitra Abadi, Lilik Maslamah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran DPMD Provinsi Jatim, DPMD Kabupaten Mojokerto, perwakilan JTV, dan para tamu undangan lainnya.
“Terima kasih atas kedatangan semua pihak. Harapan kami, progres Bumdesa Mitra Abadi dapat semakin kuat dan menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Sumolawang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Bumdes DPMD Kabupaten Mojokerto, Adhy, turut mengapresiasi undangan tersebut. Ia menilai perkembangan unit usaha di Desa Sumolawang bisa menjadi lokomotif yang menggerakkan ekonomi desa.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendesain program promosi desa melalui media televisi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan perwakilan DPMD Provinsi Jawa Timur, Lianto, S.E., M.Sos. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan program promosi desa melalui media televisi, setelah sebelumnya lebih banyak dilakukan lewat media cetak, bazar, maupun pameran.
“Awalnya kami kira kunjungan ini hanya untuk sharing, ternyata disambut dengan lebih serius seperti bimtek. Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan,” ujar Lianto.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sesi diskusi tertutup agar pembahasan dapat lebih fokus dan terarah. (Den)













