Kota Mojokerto, majalahdetektif.com – Ratusan warga lanjut usia (lansia) Kota Mojokerto dengan penuh semangat menghadiri Gebyar Lansia 2025 yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Rabu (20/8), di GOR Seni Majapahit.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kehadiran para lansia dengan wajah gembira dan antusiasme tinggi menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan produktif.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen terus memberikan perhatian dan fasilitas yang layak bagi para lansia. Menurutnya, usia pensiun bukan berarti berhenti berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin para lansia di Kota Mojokerto tetap menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan produktif. Usia jangan menjadi penghalang untuk tetap berkontribusi, baik dengan menjaga kesehatan diri, menjaga kemandirian, maupun ikut serta dalam pembangunan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.
Ia menambahkan, batas usia pensiun formal yang berkisar 56–60 tahun sejatinya masih dalam masa produktif. Selama ada ruang dan keberpihakan, kata Ning Ita, para pensiunan tetap bisa memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya. “Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memberikan fasilitas dan kesempatan kepada para lansia agar tetap mandiri dan bermartabat,” tuturnya.
Sejalan dengan hal itu, Pemkot Mojokerto telah menjalankan berbagai program yang berfokus pada pemenuhan hak dan peningkatan kesejahteraan lansia. Beberapa di antaranya:
• Rumah Peduli Lansia Tri Buana Tunggal Dewi, sepenuhnya didanai pemerintah, sebagai tempat tinggal sekaligus perawatan bagi lansia terlantar tanpa keluarga.
• Bantuan sosial tahunan bagi 1.200 lansia kurang mampu, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, agar mereka tetap dapat merayakan dengan layak.
• Bantuan alat bantu mobilitas bagi lansia disabilitas dari keluarga tidak mampu, guna mendukung kemandirian beraktivitas.
• Program Gerakan Bersih-Bersih Rumah Lansia (Geber Usia), berupa pendampingan rutin membersihkan rumah lansia yang memiliki keterbatasan fisik.
Suasana Gebyar Lansia 2025 semakin semarak dengan rangkaian acara menarik, mulai dari senam sehat bersama, pemeriksaan kesehatan gratis (tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat) oleh tim medis Dinas Kesehatan PPKB, hingga pameran bazar produk karya anggota karangwreda.
Untuk menambah kegembiraan, panitia juga membagikan puluhan doorprize, termasuk hadiah utama berupa mesin cuci. Selain itu, Ning Ita secara langsung menyerahkan Piagam Penghargaan bagi pemenang Lomba Lansia Bersosial Media. Adapun pemenang tahun ini adalah:
• Karang Werdha Ilham Rahardjo (Kelurahan Balongsari)
• Karang Werdha Setiawakan (Kelurahan Sentanan)
• Karang Werdha Mutiara (Kelurahan Wates)
Dengan semangat kebersamaan, perhatian pemerintah, serta dukungan berbagai program berkelanjutan, Gebyar Lansia 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat tekad agar para lansia Kota Mojokerto tetap bisa menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat. (Den)