BULOG Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan 100 Persen, 156.513 PBP Terima Beras dan Minyak Goreng Perangkat Desa Mojokerto Curhat Soal Siltap, BPJS hingga Purna Bakti, PKB Janji Kawal ke Banggar PESAN PAKDE Bapenda Mojokerto Sukses Perbarui 3.137 Data Pajak, Raih Penerimaan Rp312 Juta Sholat Idul Adha PCM Magersari Berlangsung Khidmat, Sekdakot Mojokerto Ajak Perkuat Kepedulian Sosial SMAN 1 Bangsal Tetapkan Kelulusan Berdasarkan Rapat Dewan Guru dan Standar Kompetensi Lulusan DPRD Kota Mojokerto Sambut Idul Adha 1447 H dengan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan

KALSEL

Bebaskan 1000 Orang Bersalah Lebih Baik Dari Pada Menjarakan 1 Orang Tidak Bersalah

badge-check


					Bebaskan 1000 Orang Bersalah Lebih Baik Dari Pada Menjarakan 1 Orang Tidak Bersalah Perbesar

Bebaskan 1000 Orang Bersalah Lebih Baik Dari Pada Menjarakan 1 Orang Tidak Bersalah

TAPIN, KALSEL, majalahdetektif.com ; Menguji kualitas psikologi safe militer aparat hukum yang arogan terdepan dan ego sektoral hingga aparat hukum tak mampu selesaikan perkara pidana. Hidup di lingkungan jaksa ternyata tak seperti Anda bayangkan, mereka yang tidak tahan ditendang dan sebaliknya mereka yang tahan selalu mendapatkan tekanan mental hingga cacian dari pimpinan. “Aku akan tau, sebelum orang lain mengetahui, Sukses Jangan Dipuji, Gagal Jangan Dicari. Itulah kehidupan kami di lingkungan Jaksa.”

 

“Di lingkungan Polri kau bisa ditembak, di BAIS TNI banyak lahan kosong ditengah hutan kau bisa hilang tekubur, di lingkungan Jaksa seperti inilah,” kata Agen yang merampas hingga merusak iPad reporter majalah detektif.com hingga mengintimidasi sampai hendak menamparnya saat di interogasi.

 

Reporter Majalah Detektif.Com karena menegur seorang PNS dan Aparat Hukum melanggar disiplin etika dan tak tahu aturan. “Siapa kau, bukan atasan saya,” katanya geram, sambil instruksi kan bawahannya untuk hapus barang bukti segera.

 

Cacian kata bodoh dan tolol menjadi santapan sugesti dari pimpinan di kantor sampai ke lingkungan rumah tangganya ke anak dan istri. Bahkan tamparan keras hingga fisik sampai ke jeruji besi dan racun produk impor yang mereka selalu awasi untuk diteliti.

 

Semua itu mereka lakukan demi kasus yang sedang ditelisik dan diseledikinya terancam gagal, karena disinilah mereka disyaratkan menjadi pakar hukum pidana dan dapat menyelesaikan tuntutan perkara. Ketika mereka gagal terkena tekanan cacian makian itu hal biasa demikian racun kehidupan.

 

Hukum Pidana harus menguasai Kriminalogi, Kriminalistik, sampai psikologi forensik. Kalau tak menguasai panggil ahli dan sewa detektif supaya membuka peristiwa yang sedang diselidiki. Ketiga bidang hukum ini saling berkaitan dan saling melengkapi. Kriminalogi memberikan kerangka teoritis untuk memahami kejahatan, kriminalistik menyediakan metode untuk mengungkap bukti fisik, dan psikologi forensik memberikan pemahaman tentang aspek psikologis dan kejahatan.

 

Contoh KasusMisalnya, dalam kasus pembunuhan, kriminolog akan mencoba memahami mengapa pembunuhan itu terjadi, kriminalistik akan menganalisis sidik jari yang ditemukan di TKP, dan psikolog forensik akan melakukan evaluasi psikologis terhadap tersangka untuk mengetahui motif dan kondisi psikologisnya. Karena sistem pidana harus dipandu dengan etika yang kuat, sebab kalau tak ada etika, peradilan pidana bakal menjadi kekerasan yang diformilkan negara.

 

Peradilan pidana dapat tersesat dan hanya aparat hukum terdepan pilihan saja yang dapat meluruskannya. Membebaskan 1000 orang bersalah jauh lebih baik daripada menghukum 1 orang tak bersalah resikonya di hadapan Allah dan Rasulullah.Saw bisa tercebur ke dalam neraka paling dasar bagi para penegak hukum yang asal menangani perkara.

 

Sebab dikatakan Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani Ra, hisab umat Rasulullah yang ahli hukum dijanjikan bakal didampingi Rasulullah.Saw. Beruntung mereka yang mendapatkan syafaatnya, celaka mereka yang ditinggalkannya.

 

Disebutkan Rasulullah.Saw penghuni surga lebih banyak dihuni oleh orang-orang yang faqir dan sederhana hidupnya. Sementara penghuni neraka lebih banyak dihuni para kaum wanita, karena rata-rata mereka tak dapat menjaga lidahnya. Sementara golongan ahli hukum, neraka lebih banyak dihuni para hakim, dibandingkan para Jaksa, Pengacara, Polri dan TNI.(Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Tapin Gelar Apel Operasi Lilin 2024 NATARU

20 Desember 2024 - 07:05 WIB

Polres Tapin Gelar Apel Operasi Lilin 2024 NATARU

PT.BRE Salurkan Bantuan Beasiswa Prasejahtera

18 Desember 2024 - 21:15 WIB

PT.BRE Salurkan Bantuan Beasiswa Prasejahtera

Apel Hari Kesadaran Nasional Sekaligus Penyerahan Reward Dan Hadiah

17 Desember 2024 - 21:11 WIB

TAPIN EXPO 2024 Dinas Perindustrian Tampilkan Produk Lokal UMKM Warga Binaannya

17 Desember 2024 - 20:30 WIB

Event Bakar Ikan Lingkup SKPD Se-Kabupaten Tapin

16 Desember 2024 - 21:35 WIB

Event Bakar Ikan Lingkup SKPD Se-Kabupaten Tapin
Trending di KALSEL