Perangkat Desa Mojokerto Curhat Soal Siltap, BPJS hingga Purna Bakti, PKB Janji Kawal ke Banggar Sholat Idul Adha PCM Magersari Berlangsung Khidmat, Sekdakot Mojokerto Ajak Perkuat Kepedulian Sosial SMAN 1 Bangsal Tetapkan Kelulusan Berdasarkan Rapat Dewan Guru dan Standar Kompetensi Lulusan DPRD Kota Mojokerto Sambut Idul Adha 1447 H dengan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan PKS Dorong Raperda Kesejahteraan Sosial Berpihak pada Rakyat Kecil HUT ke-733 Mojokerto, Gus Barra Tegaskan Perang Melawan Rokok Ilegal: 11 Juta Batang Dimusnahkan

Advertorial

DPUPR Perkim Kota Mojokerto Gencarkan Pembersihan Saluran Air di Permukiman Padat, Cegah Banjir dan Genangan

badge-check


					DPUPR Perkim Kota Mojokerto Gencarkan Pembersihan Saluran Air di Permukiman Padat, Cegah Banjir dan Genangan Perbesar

DPUPR Perkim Kota Mojokerto Gencarkan Pembersihan Saluran Air di Permukiman Padat, Cegah Banjir dan Genangan

Mojokerto, Majalahdetektif.com – Dalam rangka menjaga kelancaran sistem drainase serta mengantisipasi potensi banjir di musim pancaroba, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) terus menggencarkan aksi pembersihan saluran air, terutama di wilayah permukiman padat dan gang-gang sempit yang rawan tersumbat.

Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Muraji, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah kota dalam menjaga infrastruktur dasar di tingkat lingkungan. Pembersihan dilakukan dengan menyasar saluran-saluran kecil di kampung warga yang kerap menjadi sumber genangan saat hujan deras turun.

“Fokus kami adalah membersihkan parit dan saluran air yang ada di permukiman padat dan gang-gang. Karena di titik-titik tersebut, biasanya aliran air mudah tersumbat oleh sampah rumah tangga maupun endapan sedimen,” ungkap Muraji saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/5/2025).

Pembersihan dilakukan dengan dua langkah utama, yaitu pengangkatan sampah yang menyumbat saluran serta pengerukan sedimen yang mengendap di dasar parit. Menurut Muraji, kedua faktor ini menjadi penyebab utama gangguan aliran air, yang jika dibiarkan akan menimbulkan genangan hingga banjir lokal.

“Sampah dan sedimen bisa menghambat jalannya air. Jika hujan turun deras dan aliran tersumbat, maka air akan meluap ke jalan bahkan ke rumah-rumah warga. Itulah sebabnya kami bergerak cepat untuk membersihkan saluran-saluran tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, perubahan iklim yang membuat pola cuaca menjadi tidak menentu, turut mendorong pihaknya untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Meskipun secara kalender musim hujan seharusnya telah berakhir pada Mei, realitanya hujan deras masih kerap mengguyur Kota Mojokerto.

“Cuaca saat ini sangat sulit diprediksi. Di bulan Mei seharusnya sudah mulai kering, tapi faktanya hujan deras masih terus turun. Maka dari itu, kita tidak bisa hanya bergantung pada musim. Saluran harus selalu dalam kondisi bersih dan siap menampung debit air yang tinggi kapan pun,” paparnya.

Muraji juga menyampaikan bahwa petugas lapangan DPUPR Perkim secara rutin diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pembersihan di titik-titik rawan. Mereka bekerja sama dengan perangkat RT/RW setempat untuk memetakan wilayah yang membutuhkan tindakan segera.

Tak hanya bertumpu pada kerja teknis dari pemerintah, Muraji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut andil dalam menjaga kebersihan saluran air. Edukasi kepada warga tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan juga terus dilakukan dalam berbagai kesempatan.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Jangan membuang sampah ke selokan, sungai, atau parit. Mulailah memilah sampah dari rumah. Jika lingkungan bersih, air akan mengalir lancar, dan potensi banjir bisa ditekan,” pesannya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan bebas banjir. Pembersihan saluran air bukan hanya bagian dari tanggung jawab teknis, tetapi juga langkah preventif untuk melindungi warga dari risiko bencana yang timbul akibat buruknya pengelolaan lingkungan. (Den/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perangkat Desa Mojokerto Curhat Soal Siltap, BPJS hingga Purna Bakti, PKB Janji Kawal ke Banggar

6 Juni 2026 - 12:04 WIB

SMAN 1 Bangsal Tetapkan Kelulusan Berdasarkan Rapat Dewan Guru dan Standar Kompetensi Lulusan

26 Mei 2026 - 15:11 WIB

SMAN 1 Bangsal Tetapkan Kelulusan Berdasarkan Rapat Dewan Guru dan Standar Kompetensi Lulusan

DPRD Kota Mojokerto Sambut Idul Adha 1447 H dengan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan

25 Mei 2026 - 10:44 WIB

DPRD Kota Mojokerto Sambut Idul Adha 1447 H dengan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan

PKS Dorong Raperda Kesejahteraan Sosial Berpihak pada Rakyat Kecil

22 Mei 2026 - 17:25 WIB

PKS Dorong Raperda Kesejahteraan Sosial Berpihak pada Rakyat Kecil

HUT ke-733 Mojokerto, Gus Barra Tegaskan Perang Melawan Rokok Ilegal: 11 Juta Batang Dimusnahkan

21 Mei 2026 - 12:37 WIB

HUT ke-733 Mojokerto, Gus Barra Tegaskan Perang Melawan Rokok Ilegal: 11 Juta Batang Dimusnahkan
Trending di Advertorial