Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha Ning Ita Buka Indonesia City Expo 2026, Dorong Kolaborasi Kota dan Penguatan UMKM Reses Fun Bike DPRD Kota Mojokerto Diserbu Ribuan Peserta, Serap Aspirasi Sambil Kampanyekan Hidup Sehat Kirab Budaya Mojo Bangkit Spektakuler, 1.080 Peserta Hidupkan Spirit Kejayaan Majapahit DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Mojokerto Ke-108, Sinergi Eksekutif dan Legislatif Jadi Kunci Kemajuan BULOG Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan 100 Persen, 156.513 PBP Terima Beras dan Minyak Goreng

Advertorial

Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha

badge-check


					Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha Perbesar

Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha

MOJOKERTO | Majalah Detektif – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mengubah pendekatan bantuan sosial dari sekadar memberi menjadi memberdayakan. Melalui Dinas Sosial, puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyandang disabilitas dibekali pelatihan keterampilan sekaligus bantuan peralatan usaha sebagai modal membangun kemandirian ekonomi.

Program yang digelar di Aula Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026 tersebut dihadiri Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo Murdianto, narasumber pelatihan, pendamping sosial, serta para penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo Murdianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga penerima manfaat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar penyandang disabilitas.

Sebanyak 19 KPM PKH dari Kecamatan Puri, Sooko, dan Trawas menerima bantuan peralatan usaha. Sementara 10 penyandang disabilitas memperoleh bantuan peralatan tata boga dan 38 penyandang disabilitas menerima bantuan kursi roda.

Peralatan yang diberikan disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing penerima, mulai dari perlengkapan usaha pentol, gorengan, hingga tata boga dan pembuatan kue, lengkap dengan kompor gas, tabung gas, blender, oven, wajan, panci, dandang, spatula, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Menurut Tri Raharjo Murdianto, bantuan tersebut merupakan modal awal agar para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha produktif sehingga pendapatan keluarga meningkat dan secara bertahap dapat keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

“Kami berharap melalui pelatihan dan bantuan peralatan usaha ini para penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya hingga kondisi ekonominya meningkat. Ketika ekonomi membaik, harapannya mereka siap melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan,” ujarnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, Dinas Sosial juga menegaskan komitmennya membangun pelayanan sosial yang terbuka dan responsif. Masyarakat diminta aktif melaporkan apabila menemukan warga yang layak menerima bantuan namun belum terdata, penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, maupun dugaan penyalahgunaan bantuan sosial.

Layanan pengaduan Sang Patih Kesos (Sarana Pelayanan Hati dan Kasih Sayang Kesejahteraan Sosial) disiapkan sebagai kanal resmi untuk menerima berbagai laporan terkait persoalan kesejahteraan sosial di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra saat diwawancarai usai kegiatan pelatihan dan penyerahan bantuan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7/2026), menegaskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program perlindungan sosial pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Namun, menurutnya, tujuan utama program tersebut bukan menjadikan masyarakat terus bergantung pada bantuan sosial, melainkan mendorong mereka agar mampu mandiri secara ekonomi.

“Harapan pemerintah bukan agar panjenengan selamanya berada di desil 1 sampai desil 4. Kami berharap setiap tahun terjadi peningkatan kondisi ekonomi sehingga status sosial ekonomi panjenengan semakin baik dan akhirnya mampu melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan,” tegas Gus Barra.

Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan yang dipadukan dengan bantuan peralatan usaha merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mencetak pelaku usaha baru dari kalangan masyarakat penerima bantuan.

“Panjenengan diberikan pelatihan, kemudian dibekali peralatan usaha. Harapan kami, setelah memiliki kemampuan dan alat yang memadai, panjenengan dapat memulai usaha sendiri, mengembangkan UMKM, bahkan membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya,” katanya.

Selain bantuan usaha, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan puluhan kursi roda kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.

Usai membuka kegiatan, Gus Barra meninjau hasil pelatihan tata boga yang telah diikuti peserta. Ia menilai produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan layak dipasarkan.

“Tadi kita melihat langsung hasil pelatihannya. Hasilnya sudah bagus, rasanya juga enak. Artinya, produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis dan berpeluang untuk diperjualbelikan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap bantuan peralatan usaha yang disalurkan tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membangun usaha produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami berharap setelah mendapatkan pelatihan dan bantuan peralatan ini, para penerima manfaat mampu mandiri secara ekonomi. Harapannya, ke depan terjadi peningkatan kondisi sosial ekonomi sehingga mereka dapat berangsur keluar dari Program Keluarga Harapan,” tandasnya.

Bagi para penyandang disabilitas, Gus Barra berharap bantuan kursi roda yang diberikan dapat meningkatkan mobilitas, memperlancar aktivitas sehari-hari, sekaligus memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa bantuan sosial bukan sekadar bentuk kepedulian pemerintah, melainkan investasi pemberdayaan agar masyarakat mampu bangkit, berusaha, dan menciptakan kesejahteraan secara mandiri. (Den/Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ning Ita Buka Indonesia City Expo 2026, Dorong Kolaborasi Kota dan Penguatan UMKM

2 Juli 2026 - 10:57 WIB

Ning Ita Buka Indonesia City Expo 2026, Dorong Kolaborasi Kota dan Penguatan UMKM

Reses Fun Bike DPRD Kota Mojokerto Diserbu Ribuan Peserta, Serap Aspirasi Sambil Kampanyekan Hidup Sehat

28 Juni 2026 - 13:57 WIB

Kirab Budaya Mojo Bangkit Spektakuler, 1.080 Peserta Hidupkan Spirit Kejayaan Majapahit

28 Juni 2026 - 06:11 WIB

Kirab Budaya Mojo Bangkit Spektakuler, 1.080 Peserta Hidupkan Spirit Kejayaan Majapahit

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Mojokerto Ke-108, Sinergi Eksekutif dan Legislatif Jadi Kunci Kemajuan

20 Juni 2026 - 07:09 WIB

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Mojokerto Ke-108, Sinergi Eksekutif dan Legislatif Jadi Kunci Kemajuan

Perangkat Desa Mojokerto Curhat Soal Siltap, BPJS hingga Purna Bakti, PKB Janji Kawal ke Banggar

6 Juni 2026 - 12:04 WIB

Trending di Advertorial