Kota Mojokerto, majalahdetektif.com – Menyongsong musim haji tahun 2026, Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh calon jamaah haji memperoleh pembinaan yang komprehensif dan layanan yang optimal. Tidak hanya sebatas persiapan administratif, pemkot juga memfokuskan perhatian pada penguatan kesiapan spiritual, fisik, serta mental para jamaah agar mampu menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan khusyuk.
Sebanyak 224 calon jamaah haji asal Kota Mojokerto mengikuti manasik haji tingkat kota yang digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tahapan pembekalan akhir sebelum keberangkatan. Dalam manasik tersebut, para jamaah mendapatkan pendalaman materi tata cara pelaksanaan ibadah haji, simulasi teknis di lapangan, hingga penguatan wawasan kebijakan penyelenggaraan haji tahun 2026.

Pembinaan bagi calon jamaah haji dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Mojokerto, Mohammad Hilmi Faqih, menjelaskan bahwa sebelum manasik tingkat kota, para jamaah telah mengikuti bimbingan nasional secara daring pada 11 Februari 2026. Selanjutnya, manasik tingkat kecamatan digelar pada 10–12 Februari 2026 di Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon sebagai bentuk pendalaman materi secara lebih teknis dan kelompok kecil.
Setelah manasik tingkat kota pada 13–14 Februari, kegiatan akan dilanjutkan dengan praktik manasik massal yang dijadwalkan pada 15 Februari 2026 di Masjid IPHI Kabupaten Mojokerto. Rangkaian ini dirancang untuk memberikan pengalaman simulasi yang lebih menyeluruh, sehingga jamaah semakin siap menghadapi kondisi riil selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, yang hadir mewakili Wali Kota Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pelayanan terhadap jamaah haji merupakan tanggung jawab pemerintah daerah yang harus dikawal secara serius. Sinergi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan, serta panitia penyelenggara haji.
Menurut Dodik, manasik tidak hanya dipahami sebagai latihan teknis semata, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter jamaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, memperkuat niat, serta membangun sikap saling membantu selama menjalankan ibadah. “Pelayanan kepada jamaah haji adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah. Mulai dari pembinaan, pemeriksaan kesehatan, pemberangkatan, hingga kepulangan, seluruhnya harus berjalan aman dan tertib,” ujarnya.
Jamaah haji Kota Mojokerto dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua dan tergabung dalam Kloter 60 pada 6 Mei 2026 bersama jamaah dari Kabupaten Jombang. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid antarinstansi, Pemerintah Kota Mojokerto berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. (Den/Adv-kom)














