Pemkot Mojokerto Hadirkan Combo Diskon PBB-P2 2026 Membanggakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama Pemkot Mojokerto Kembali Sabet UHC Awards 2026, Akses Layanan Kesehatan Warga Kian Terjamin Optimisme PAD Mojokerto 2026: Target Rp 881,7 Miliar, Pajak dan Retribusi Jadi Andalan PKD Kabupaten Mojokerto Matangkan Persiapan Mini Soccer PWMR CUP 2026 Istiqomah Selawatan, Menanam Doa untuk Masa Depan Generasi

Berita Jombang

Banjir 80 cm Rendam Jombang, Warga Keluhkan Gatal-gatal

badge-check


					Banjir 80 cm Rendam Jombang, Warga Keluhkan Gatal-gatal Perbesar

Banjir 80 cm Rendam Jombang, Warga Keluhkan Gatal-gatal

Jombang – Banjir akibat meluapnya Sungai Watudakon merendam ratusan rumah di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang. Para korban banjir mulai mengeluh gatal-gatal dan kesulitan bahan makanan.

 

Sampai sore ini banjir masih merendam ratusan rumah di Dusun Beluk. Ketinggian air yang menggenangi permukiman penduduk 30-80 cm. Warga nampak bertahan di rumah masing-masing yang terkepung banjir.

 

“Banjirnya sejak Jumat (31/12), sudah empat hari. Dini hari tadi airnya tambah tinggi sampai menggenangi tempat tidur. Sehingga kami tidak bisa tidur,” kata Sumirah (64), korban banjir di Dusun Beluk kepada wartawan di lokasi, Senin (4/1/2021).

 

Kini Sumirah mulai merasakan gatal-gatal pada kulit tubuhnya. Karena banyak kotoran binatang yang terbawa banjir masuk ke dalam rumahnya.

 

Kesedihannya bertambah karena belum menerima bantuan makanan dari pemerintah. Bantuan air bersih baru dia terima pada Minggu (3/1) malam.

 

“Empat hari ini belum dapat bantuan sama sekali. Kalau makan masak sendiri, hanya goreng tempe karena tidak ada bakul lewat,” terangnya.

 

Kepala Dusun Beluk Sustiyo Budiyanto membenarkan banjir di kampungnya terjadi sejak 4 hari lalu. Menurut dia, ketinggian air bertambah sejak Minggu (3/1) malam. Banjir mencapai 30-80 cm di permukiman penduduk.

 

“Yang terendam sekitar 200 rumah, jumlah warga terdampak sekitar 250 jiwa,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, banjir kali ini akibat meluapnya Sungai Watudakon yang tak mampu menampung debit air hujan. Menurut dia, sungai tersebut sudah dinormalisasi. Hanya saja saringan sampah di Dam Siphon menghambat laju air.

 

“Filter sampah sudah berfungsi. Sampah tersaring menghambat laju air. Sehingga meluber ke permukiman. Tadi warga membersihkan sumbatan sampah secara manual sehingga banjir surut sekitar 10 cm,” ujarnya.

 

Terkait keluhan warga belum mendapatkan bantuan makanan, Sustiyo mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Jombang. Sehingga dapur umum dibuat sore tadi untuk memasok makanan ke para korban banjir.

 

“Dapur umum didirikan jam 3 sore tadi di kantor Desa Jombok,” tandasnya. (pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disdikbud Jombang Gelar FLS2N SMP 2025: Panggung Kreativitas Siswa dan Pelestarian Budaya Bangsa

12 Juni 2025 - 12:25 WIB

Disdikbud Jombang Gelar FLS2N SMP 2025: Panggung Kreativitas Siswa dan Pelestarian Budaya Bangsa

Disdikbud Jombang Perkuat Kesiapan Sekolah Hadapi Asesmen Nasional 2025 Lewat Sosialisasi Kepala Sekolah dan Proktor SMP

29 Mei 2025 - 07:38 WIB

Disdikbud Jombang Perkuat Kesiapan Sekolah Hadapi Asesmen Nasional 2025 Lewat Sosialisasi Kepala Sekolah dan Proktor SMP

Disdikbud Jombang Mantapkan Kesiapan Sekolah Hadapi Asesmen Nasional 2025

28 Mei 2025 - 17:50 WIB

Disdikbud Jombang Mantapkan Kesiapan Sekolah Hadapi Asesmen Nasional 2025

Bupati Jombang Luncurkan Beasiswa Milenial 2025: Strategi Cetak Generasi Unggul, Produktif, dan Cinta Desa

27 Mei 2025 - 08:12 WIB

Bupati Jombang Luncurkan Beasiswa Milenial 2025: Strategi Cetak Generasi Unggul, Produktif, dan Cinta Desa

“Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” Resmi Diluncurkan: Simbol Transformasi Pemerintahan Jombang yang Lebih Dekat dengan Rakyat

18 Mei 2025 - 07:51 WIB

“Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” Resmi Diluncurkan: Simbol Transformasi Pemerintahan Jombang yang Lebih Dekat dengan Rakyat
Trending di Berita Jombang