Kota Mojokerto, majalahdetektif.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat fondasi pembangunan daerah dengan menyiapkan enam proyek strategis yang akan digarap sepanjang tahun 2026. Proyek-proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan publik, mendukung kinerja pemerintahan, serta menyediakan fasilitas yang menunjang aktivitas sosial dan kebencanaan masyarakat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perakim), Pemkot Mojokerto memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga berdampak langsung pada efektivitas pelayanan dan keberlanjutan fungsi kota. Enam proyek ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang telah disusun secara terencana dan terukur.

Kepala Bidang Penataan Ruang, Bangunan, dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto, Ferry Hendri Koerniawan, menjelaskan bahwa proyek strategis tersebut mencakup pembangunan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), revitalisasi Gelora A. Yani, pembangunan tahap kedua kawasan eks DPRD Kota Mojokerto, pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan, serta rehabilitasi Kantor Kelurahan Blooto.
“Enam proyek strategis ini kami siapkan untuk memperkuat fungsi pelayanan pemerintahan dan fasilitas publik, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto ke depan,” ujar Ferry saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Dari keseluruhan proyek tersebut, lima pekerjaan akan dilaksanakan melalui mekanisme tender sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sementara itu, rehabilitasi Kantor Kelurahan Blooto menjadi satu-satunya proyek yang dikerjakan melalui skema pengadaan langsung.
“Rehabilitasi Kantor Kelurahan Blooto tidak melalui tender karena nilai anggarannya berada di bawah Rp 400 juta. Sesuai regulasi, pekerjaan dengan nilai tersebut dilakukan melalui pengadaan langsung,” jelasnya.
Ferry menegaskan, seluruh tahapan pembangunan akan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, mutu konstruksi, serta ketepatan waktu pelaksanaan. Dinas PUPR Perakim juga berkomitmen untuk mengawal proses pengadaan agar berjalan transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia berharap, para penyedia jasa konstruksi dapat mengikuti proses pengadaan dengan profesional, sehingga seluruh proyek dapat direalisasikan secara optimal. “Harapan kami, seluruh proyek ini bisa selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Dengan terealisasinya enam proyek strategis tersebut, Pemkot Mojokerto optimistis kualitas infrastruktur pemerintahan dan fasilitas publik akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kota dalam menghadapi tantangan sosial maupun kebencanaan di masa mendatang. (Den/adv)














