Peringati Hari Pers Nasional 2026, PWMR Gelar Turnamen Mini Soccer, Sosialisasi Jurnalistik, dan Diskusi KUHP Pemkot Mojokerto Hadirkan Combo Diskon PBB-P2 2026 Membanggakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama Pemkot Mojokerto Kembali Sabet UHC Awards 2026, Akses Layanan Kesehatan Warga Kian Terjamin Optimisme PAD Mojokerto 2026: Target Rp 881,7 Miliar, Pajak dan Retribusi Jadi Andalan PKD Kabupaten Mojokerto Matangkan Persiapan Mini Soccer PWMR CUP 2026

Berita Mojokerto

Walikota: Perampingan Unit Kerja Harus Diperdakan

badge-check
MOJOKERTO – MD : Perampingan struktur organisasi setiap SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di tubuh Pemkot Mojokerto melalui mekanisme restrukturisasi unit kerja butuh waktu panjang. Tak cukup hanya penataan kelembagaan yang harus digarap Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), namun juga harus dengan payung hukum peraturan daerah (perda).
    
Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus mengutarakan hal itu terkait rencana restrukturisasi unit kerja merespon moratorium CPNS yang diluncurkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.             “Perampingan organisasi SKPD bisa dilangsungkan jika sudah ada perda-nya. Tentunya butuh waktu panjang. Tapi bagaimana pun harus ada keberanian untuk melakukan restrukturisasi, agar roda birokrasi bisa berjalan sebagaimana seharusnya,” kata Mas’ud Yunus, Minggu (12/7/2015). Restrukturisasi unit kerja, ujar Mas’ud Yunus, merupakan langkah yang paling rasional.
    
Karena tidak mungkin Pemkot Mojokerto melakukan redistribusi pegawai seperti Surat Edaran (SE) MenPAN-RB No B/2231/M.PAN-RB/07/2015 tertanggal 2 Juli tentang kewajiban pejabat pembina kepegawaian (PPK) melakukan redistribusi pegawai.
    
Dalam SE MenPAN-RB tersebut termaktub kewajiban setiap PPK atau kepala daerah melakukan redistribusi pegawai dari unit yang kelebihan pegawai ke unit yang kekurangan pegawai. Yang lebih menyuplai ke unit dengan pegawai sedikit sehingga tidak perlu ada penambahan pegawai baru.
    
“Kalau tidak ada moratorium tentu saja kekurangan 600 PNS dengan struktur organisasi yang ada saat ini akan bisa dipenuhi, meski pun mungkin dalam beberapa kali rekruitmen (CPNS). Tapi karena tahun ini MenPAN-RB menelurkan kebijakan moratorium, maka kita harus memetakan ulang struktur organisasi di setiap SKPD dengan pola perampingan,” imbuhnya.
    
Namun, lanjutnya, jika terjadi restrukturisasi. konsekwensinya, yang mestinya dapat job jadi tidak dapat job. “Misalnya pegawai A yang seharusnya dapat job di level kepala bidang, tapi karena meja kepala bidang itu dihapus, terpaksa ditempatkan di bagian lain, bukan di level kepala bidang itu,” paparnya. (Mar)

Berita Majalah Detektif Edisi 131, Juli 2015 :

Walikota: Perampingan Unit Kerja Harus Diperdakan
NasDem tak beri bantuan hukum ke OC Kaligis
Ahok dukung Reog Ponorogo didaftarkan ke Unesco
Koalisi Majapahit Verifikasi Calon Walikota Surabaya
Lebaran Ketupat, Warga Diwek Jombang Terbangkan Balon Udara
PDIP Segera Turunkan Rekom untuk Emil Dardak – Nur Arifin sebagai Cabup-Cawabup Trenggalek
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Membanggakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama

29 Januari 2026 - 00:53 WIB

Membanggakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama

SMKN 1 Mojokerto Gelar Career Match & Campus Fest 2026: Cari Kerja atau Kuliah?

23 Januari 2026 - 15:04 WIB

SMKN 1 Mojokerto Gelar Career Match & Campus Fest 2026: Cari Kerja atau Kuliah?

CESA 2026 SMAN 2 Mojokerto: Cari Kampus Impianmu

23 Januari 2026 - 14:13 WIB

CESA 2026 SMAN 2 Mojokerto: Cari Kampus Impianmu

Kades Temon Absen Sidang Sengketa Informasi, Permohonan Transparansi APBDes Tetap Berlanjut

22 Januari 2026 - 06:45 WIB

Kades Temon Absen Sidang Sengketa Informasi, Permohonan Transparansi APBDes Tetap Berlanjut

Kalah di Komisi Informasi, Ketua PKDI Mojokerto Wajib Buka Dokumen Anggaran Desa

9 Januari 2026 - 15:41 WIB

Kalah di Komisi Informasi, Ketua PKDI Mojokerto Wajib Buka Dokumen Anggaran Desa
Trending di Berita Mojokerto