MOJOKERTO | Majalahdetektif.com – Sebanyak 1.474 keluarga di Kota Mojokerto menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bersumber dari APBD untuk periode April–Juni 2026. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan bantuan tersebut tidak hanya tersalurkan, tetapi diterima oleh keluarga yang menjadi sasaran.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung proses penyaluran bantuan di Warung Anggrek, Kelurahan Surodinawan, Jumat (26/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan diterima sesuai ketentuan.
Di Kelurahan Surodinawan, terdapat 63 keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing menerima 30 kilogram beras dan 0,8 kilogram telur untuk alokasi tiga bulan, dengan nilai bantuan Rp450 ribu atau Rp150 ribu setiap bulan.
Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, juga berdialog dengan sejumlah penerima manfaat dalam kunjungan tersebut. Selain mengecek proses distribusi, ia memastikan bahan pangan yang diberikan sesuai dengan ketentuan.
“Semoga bantuan ini membawa manfaat, barokah, dan menjadi ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat,” tuturnya.
Secara keseluruhan, BPNT APBD periode April–Juni 2026 menyasar 1.474 KPM yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mojokerto.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pemerintah hadir untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga,” imbuh Ning Ita.
Peninjauan langsung di lapangan menjadi salah satu cara pemerintah daerah melihat proses penyaluran bantuan dari sisi penerima. Bagi keluarga penerima, bantuan berupa bahan pangan menjadi dukungan langsung untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.
Pemkot Mojokerto berharap penyaluran BPNT APBD tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.














