Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama 242 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan di Mojokerto, Pemkab dan BPN Perkuat Perlindungan Aset Umat PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

Berita Pemkot Mojokerto

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

badge-check


					Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas Perbesar

MOJOKERTO | Majalahdetektif.com — Masa pidana bukan akhir dari kesempatan seseorang untuk kembali mandiri secara ekonomi. Sebanyak 60 warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto yang merupakan warga Kota Mojokerto dibekali keterampilan usaha kuliner sebagai salah satu modal untuk menatap kehidupan setelah bebas.

Pembekalan tersebut diberikan melalui pelatihan pembuatan minuman ala kafe berbahan kecap dan pembuatan keripik yang berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad meninjau langsung pelaksanaan pelatihan di Lapas Kelas IIB Mojokerto, Senin (7/9/2026).

Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, mengatakan pelatihan bagi warga binaan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto meningkatkan kapasitas masyarakat. Khusus pada 2026, program menyasar warga binaan di Lapas Mojokerto agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Khusus untuk tahun 2026 ini ada sasarannya dari warga binaan di Lapas Mojokerto. Sehingga, harapannya, mereka yang nanti sudah keluar memiliki keterampilan yang bisa dijadikan sebagai salah satu modal untuk mereka berwirausaha, khususnya kuliner,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Pilihan terhadap sektor kuliner bukan tanpa alasan. Menurut Ning Ita, peluang usaha di bidang tersebut masih terbuka luas di Kota Mojokerto. Pertumbuhan restoran, kafe, warung hingga pedagang kaki lima menunjukkan aktivitas kuliner terus berkembang.

Bahkan, sektor perdagangan yang berkaitan dengan aktivitas kuliner tersebut disebut memberikan kontribusi lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.

“Setiap tahun tumbuh bermunculan tempat-tempat kuliner, apakah itu resto, kafe, warung-warung, dan bahkan pedagang kuliner kaki lima banyak sekali. Sehingga, peluang usaha di bidang kuliner itu masih terbuka sangat luas bagi siapa saja yang ingin berusaha di wilayah Kota Mojokerto, termasuk para mantan warga binaan dari lapas ini,” tambahnya.

Bagi warga binaan, keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mengikuti pelatihan. Pemerintah Kota Mojokerto berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal awal untuk membangun usaha ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali berada di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad menyambut positif perhatian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap warga binaan. Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota di tengah warga binaan menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap proses pembinaan yang berlangsung di lembaga pemasyarakatan.

“Kami jajaran Lapas Mojokerto mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada Ibu Wali Kota Mojokerto. Beliau hadir di tengah-tengah warga binaan yang sedang menjalani pidana, yang sebagian juga merupakan warga Kota Mojokerto,” kata Arifin.

Arifin berharap keterampilan yang diberikan melalui pelatihan tersebut benar-benar dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini kami berharap mereka punya bekal yang nantinya bisa untuk kemandirian mereka setelah bebas dari Lapas Mojokerto,” tambahnya.

Pelatihan ini sekaligus mempertemukan dua kebutuhan: proses pembinaan warga binaan dan peluang ekonomi yang masih terbuka di sektor kuliner Kota Mojokerto. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi pijakan bagi warga binaan untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Ning Ita: Kebijakan TKD Harus Fleksibel, Setiap Kota Punya Kebutuhan Berbeda

5 September 2026 - 10:23 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto