MOJOKERTO | majalahdetektif.com — Sebuah gol pada babak pertama akhirnya menjadi penentu perjalanan panjang PKDI Kabupaten Mojokerto di ajang PKDI Cup II 2026.
Bermain pada partai final di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Minggu (13/9/2026) malam, tim PKDI Mojokerto berhasil menundukkan PKDI Lamongan dengan skor 1-0.

Gol tunggal yang sekaligus mengunci gelar juara tersebut dicetak Arif Rahman, Kepala Desa Lebak Jabung, melalui tendangannya pada babak pertama.
Hingga pertandingan berakhir, keunggulan tersebut mampu dipertahankan. Peluit panjang pun menjadi penanda bahwa PKDI Kabupaten Mojokerto resmi keluar sebagai juara pertama PKDI Cup II 2026.
Bagi Mojokerto, kemenangan itu bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Ada perjalanan yang cukup panjang sebelum tim yang dihuni para kepala desa tersebut akhirnya berdiri sebagai kampiun di Stadion Gelora Bangkalan.
Dari Pertandingan Pembuka hingga Partai Puncak
PKDI Cup II 2026 mulai bergulir di Jawa Timur pada awal Agustus. Pertandingan pembuka berlangsung di Stadion Merdeka Jombang, Rabu (5/8/2026), mempertemukan PKDI Kabupaten Jombang dengan PKDI Kabupaten Mojokerto.
Pada pertandingan tersebut, Mojokerto membuka perjalanan dengan hasil meyakinkan setelah menang 5-3 atas Jombang.
Turnamen kemudian berlanjut melalui pertandingan antarkabupaten di sejumlah stadion di Jawa Timur. Format kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi sebelum berlanjut ke tahapan berikutnya.
Mojokerto terus menjaga performanya hingga akhirnya mendapatkan tiket menuju fase akhir kompetisi.
Stadion Gelora Bangkalan kemudian menjadi panggung penentuan. Empat tim terbaik bertemu dalam fase semifinal dan final yang digelar pada 11 dan 13 September 2026.
Dan pada pertandingan terakhir, satu gol Arif Rahman cukup untuk mengantarkan Mojokerto melewati hadangan Lamongan.
Kemenangan yang Dibangun dari Kekompakan
Ada satu hal yang menjadi warna kuat perjalanan PKDI Cup II: pertandingan ini tidak mempertemukan klub profesional, melainkan para kepala desa aktif.
Mereka meninggalkan sejenak rutinitas pemerintahan desa dan turun ke lapangan membawa nama daerah masing-masing.
Sejak awal, penyelenggara memang menempatkan kompetisi tersebut bukan hanya sebagai pertandingan olahraga. PKDI Cup II juga dirancang menjadi ruang silaturahmi, persahabatan serta komunikasi antarkepala desa.
Ketua DPD PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi media untuk mempererat hubungan antarkepala desa sekaligus menjaga kebugaran para pemimpin desa.
Semangat itulah yang kemudian memberikan warna tersendiri dalam perjalanan Mojokerto.
Di lapangan, setiap tim tentu mengejar kemenangan. Namun di luar pertandingan, mereka berada dalam satu wadah persaudaraan.
Trofi dan Prestasi Individu
Keberhasilan Mojokerto semakin lengkap setelah salah satu pemainnya juga memperoleh penghargaan individu sebagai top skor sekaligus pemain terbaik dalam PKDI Cup II 2026.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Mojokerto dalam turnamen bukan hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kualitas pemain dan kekompakan tim.
Ketua PKDI Kabupaten Mojokerto, Sunardi, menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh anggota tim. Ia menilai kekompakan dan semangat guyub menjadi bagian penting dari perjalanan Mojokerto hingga mampu meraih gelar juara.
Keberhasilan itu sekaligus menjadi motivasi bagi PKDI Mojokerto untuk mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.
Bukan Sekadar Sepak Bola
Di balik skor 1-0 yang tercatat di papan pertandingan, PKDI Cup II menyimpan cerita yang lebih luas.
Para kepala desa yang selama ini dikenal menjalankan berbagai urusan pemerintahan di wilayah masing-masing mendapatkan ruang untuk bertemu dalam suasana berbeda.
Lapangan sepak bola menjadi titik temu. Persaingan berlangsung selama pertandingan, tetapi silaturahmi tetap menjadi bagian dari tujuan utama kegiatan.
Karena itu, kemenangan Mojokerto di Bangkalan bukan hanya cerita tentang satu gol Arif Rahman.
Ia merupakan rangkaian dari perjalanan, kerja sama, kedisiplinan dan keberanian membawa nama Kabupaten Mojokerto ke tengah persaingan antardaerah.
Dari lapangan hijau di Bangkalan, satu trofi akhirnya dibawa pulang ke Mojokerto. Sebuah kemenangan yang lahir dari permainan tim, tetapi sekaligus menjadi simbol kebersamaan para kepala desa dalam membawa nama daerah.
PKDI Mojokerto juara. Dan kali ini, trofi bukan hanya menjadi tanda kemenangan—tetapi juga menjadi cerita tentang guyub, sportivitas dan persaudaraan. (Den)














