MOJOKERTO, majalahdetektif.com – Suasana bulan suci Ramadhan tidak mengurangi semangat kerja jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto. Di tengah aktivitas pelayanan kepada masyarakat, para pegawai tetap menunjukkan komitmen menjaga kinerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan tertata.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti membersihkan area kantor yang diikuti seluruh pegawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari partisipasi Bapenda Kabupaten Mojokerto dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Hj. Nurul Istiqomah, SE., MM., didampingi Sekretaris Badan H. Pipit Susastiyo, SE., MM., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan kerja sekaligus upaya membangun budaya kerja yang positif.
Dalam kegiatan tersebut, para pegawai terlihat bergotong royong membersihkan halaman kantor, merapikan taman, hingga menata kembali area kerja agar tetap nyaman dan rapi. Menurut Nurul, langkah sederhana seperti ini memiliki makna penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, sehat, dan tentunya berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nurul Istiqomah kepada media ini, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, momentum kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada kecepatan bekerja, tetapi juga pada kemampuan mengelola waktu, energi, serta sumber daya secara efektif.
Menurutnya, produktivitas dapat ditingkatkan melalui penentuan skala prioritas pekerjaan, pengelolaan waktu yang baik, meminimalkan gangguan kerja, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung efisiensi pekerjaan. Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental juga menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja aparatur.
Di sisi lain, Bapenda Kabupaten Mojokerto terus berupaya memperkuat berbagai strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi penting bagi kemandirian fiskal daerah.
Nurul menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, di antaranya optimalisasi pajak dan retribusi daerah melalui pendataan ulang objek pajak, peningkatan efektivitas penagihan, serta penerapan sanksi terhadap wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya.
Selain itu, Bapenda juga mendorong percepatan digitalisasi layanan perpajakan daerah. Sistem pembayaran pajak secara daring serta pengembangan aplikasi berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, kemudahan layanan, dan efisiensi administrasi.
Pengelolaan aset daerah juga menjadi fokus perhatian dalam upaya meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Aset-aset milik pemerintah yang memiliki potensi ekonomi didorong untuk dimanfaatkan secara produktif, termasuk melalui kerja sama pemanfaatan dengan pihak swasta maupun masyarakat.
Tidak hanya itu, penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah melalui peningkatan kinerja dan inovasi usaha.
“Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak juga semakin meningkat. Karena pada akhirnya, peningkatan PAD bertujuan untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah,” jelas Nurul.
Dengan kemandirian fiskal yang lebih kuat, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membiayai pembangunan daerah secara lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto. (Den/adv)














