Dorong Olahraga Inklusif, Kemenpora Latih 115 Penggerak Olahraga Disabilitas di Mojokerto Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial Harkopnas ke-79, Pemkab Mojokerto Dorong Koperasi Lebih Modern, Berdaya Saing dan Berbasis Kolaborasi Komisi III DPRD Kota Mojokerto Klarifikasi Aduan Seragam SMPN 3, Sekolah Tegaskan Tidak Pernah Mewajibkan Pembelian Atribut Disambut Musik dan Senyum Guru! 400 Siswa Baru SMAN 2 Mojokerto Jalani MPLS 5 Hari Tanpa Perpeloncoan

Advertorial

Dorong Olahraga Inklusif, Kemenpora Latih 115 Penggerak Olahraga Disabilitas di Mojokerto

badge-check


					Dorong Olahraga Inklusif, Kemenpora Latih 115 Penggerak Olahraga Disabilitas di Mojokerto Perbesar

MOJOKERTO | majalahdetektif.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di Kota Mojokerto pada 1–2 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas budaya olahraga inklusif sekaligus meningkatkan kapasitas para penggerak olahraga disabilitas di daerah.

Pelaksanaan TOT dibuka secara resmi oleh Plt Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Tutut Bina Sulistyowati, S.P., M.Si. mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Disporapar Kota Mojokerto Ani Wijaya, S.E., M.M., Ketua NPC Indonesia Provinsi Jawa Timur, pengurus MPC Indonesia Kota Mojokerto, narasumber nasional, akademisi, serta peserta pelatihan yang berasal dari Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kota Surabaya, dan sejumlah daerah sekitarnya.

Dalam laporan panitia, Ketua Tim Pelaksana Marini, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk memperkuat budaya olahraga sekaligus membangun sistem pembinaan olahraga yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Sebanyak 115 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari atlet, mantan atlet, pelatih, asisten pelatih, pengurus organisasi penyandang disabilitas, hingga para penggerak olahraga masyarakat.

Pelatihan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi teori oleh narasumber dari NPC Indonesia dan akademisi, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik lapangan.

Marini mengatakan pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Mojokerto, NPC Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta tim akademisi, termasuk dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Sementara itu, sambutan Wali Kota Mojokerto dibacakan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto, Ani Wijaya, S.E., M.M., karena Wali Kota Ika Puspitasari berhalangan hadir.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan TOT sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya Asta Cita keempat yang menekankan penguatan sumber daya manusia, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.

Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem olahraga yang inklusif. Pembinaan olahraga disabilitas dinilai tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan yang berkeadilan.

Kota Mojokerto menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Timur yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan TOT Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya tahun ini.

Pemerintah Kota Mojokerto juga mencatat berbagai capaian pembinaan atlet disabilitas. Saat ini terdapat sekitar 72 atlet disabilitas yang aktif dibina melalui NPC Indonesia Kota Mojokerto.

Pada ajang Peparprov Jawa Timur 2024, kontingen Kota Mojokerto berhasil meraih 4 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Prestasi tersebut berlanjut pada Peparpenas 2025 dengan raihan 3 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Selain pembinaan olahraga, pemerintah daerah juga terus memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas melalui rehabilitasi sosial, penyediaan alat bantu, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan akses pendidikan inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Tutut Bina Sulistyowati menegaskan bahwa olahraga merupakan hak seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Ia menyebut angka partisipasi olahraga penyandang disabilitas di Indonesia saat ini masih sekitar 11,6 persen, sehingga diperlukan lebih banyak penggerak olahraga yang mampu mengajak masyarakat disabilitas aktif berolahraga.

Menurutnya, Kemenpora menargetkan lahirnya sekitar 2.000 penggerak olahraga disabilitas melalui program TOT di berbagai daerah. Para peserta diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu mengembangkan komunitas olahraga di wilayah masing-masing.

“Kegiatan ini tidak diukur dari selesainya pelatihan, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh diterapkan dan disebarluaskan sehingga semakin banyak penyandang disabilitas memiliki akses berolahraga dan kesempatan meraih prestasi,” ujarnya.

Secara resmi, Tutut membuka pelaksanaan Training of Trainers Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Tahun 2026 di Kota Mojokerto.

Melalui pelaksanaan TOT tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berharap lahir lebih banyak penggerak olahraga yang mampu memperluas budaya olahraga inklusif, memperkuat pembinaan atlet disabilitas sejak tingkat daerah, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi hingga level nasional maupun internasional. (Den/Adv-kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah

27 Juli 2026 - 14:47 WIB

Satpol PP Mojokerto Sisir 15 Titik, Peredaran Rokok Ilegal Nihil, Pedagang Diminta Tolak Tawaran Murah

Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial

22 Juli 2026 - 11:25 WIB

Serapan Anggaran Dinsos P3A Baru 37,9 Persen, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Dorong Percepatan dan Penguatan Perlindungan Sosial

Harkopnas ke-79, Pemkab Mojokerto Dorong Koperasi Lebih Modern, Berdaya Saing dan Berbasis Kolaborasi

21 Juli 2026 - 11:13 WIB

Komisi III DPRD Kota Mojokerto Klarifikasi Aduan Seragam SMPN 3, Sekolah Tegaskan Tidak Pernah Mewajibkan Pembelian Atribut

15 Juli 2026 - 13:30 WIB

Komisi III DPRD Kota Mojokerto Klarifikasi Aduan Seragam SMPN 3, Sekolah Tegaskan Tidak Pernah Mewajibkan Pembelian Atribut

Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha

13 Juli 2026 - 12:02 WIB

Gus Barra Dorong KPM PKH Naik Kelas, Pemkab Mojokerto Bekali Pelatihan dan Peralatan Usaha
Trending di Advertorial