Bapenda Jadi Motor Digitalisasi Fiskal, Dorong Kemandirian Pembangunan Kabupaten Mojokerto DPRD Dorong Pemberdayaan UMKM dan Pertanian, Tekan Pengangguran Mojokerto DKPP Kota Mojokerto dan Bulog Cabang Mojokerto Dukung Gerakan Pangan Murah Nasional Jelang Musim Haji 2026, Pemkot Mojokerto Perkuat Pembinaan dan Layanan bagi 224 Jamaah DPRD Kota Mojokerto Kunci Akses Layanan Kesehatan Warga, JKN Nonaktif Jadi Sorotan Serius Harumkan Nama PWMR, Ketua PWMR Jadi Pembina Upacara dan Narasumber Seminar di SMKN 1 Sooko Mojokerto

Berita Jakarta

Bom Thamrin, 22 Terduga Teroris Ditahan

badge-check
JAKARTA – MD : Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan sejumlah terduga teroris telah ditahan. Mereka ditahan terkait peristiwa bom di Jl Thamrin yang terjadi pada Kamis, 14 Januari lalu.
    
“Yang ditahan kemarin sudah ditambah lagi, 19 ditambah 3 jadi 22 total,” kata Kapolri usai menghadiri pelantikan gubernur dan wakil gubernur di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (12/2).
    
Badrodin menyebut para terduga teroris ini telah berkolaborasi antara jaringan Poso dan Suriah. Sehingga tak bisa disebut hanya satu kelompok saja.
    
Selain itu juga ada aliran dana yang ditelusuri oleh polisi. Polri juga telah mengantongi rekening yang bersangkutan. “Sudah. Kalau yang ini (yang baru ditangkap) hanya Rp 900 ribu (aliran dananya),” ujar Kapolri.
    
Sementara itu mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN), Asad Ali menilai bahwa radikalisme sebenarnya bukan terjadi karena masalah agama dan keyakinan. Gerakan-gerakan radikal itu lahir karena masalah politik.
    
“Radikalisme itu terkait politik, bukan terkait agama,” kata Asad dalam acara peluncuran buku berjudul Deradikalisasi karya AS Hikam di Bentara Budaya Jakarta.
     
Menurut Asad, radikalisme pertama di dunia pun muncul akibat masalah politik. Saat itu, Sayyidina Ali terlibat konflik dengan sebuah kelompok bernama Khawarij. Kelompok tersebut mengatasnamakan agama dalam melakukan pemberontakan, padahal ada motif politik dan kekuasaan.
    
“Jadi masalahnya politik, bukan agama, hanya yang dipakai adalah dalil masalah agama,” ujar Asad.
    
Di Indonesia, kata Asad, gerakan-gerakan radikal juga muncul karena masalah politik. Ketika Indonesia merdeka, terjadi perdebatan panjang mengenai dasar negara, apakah akan menggunakan ajaran Islam atau nasionalis. Karena aliran nasionalis yang terpilih sebagai dasar negara, mereka yang tidak terima pun berusaha untuk memberontak.
    
“Yang memberontak kan turunan mereka-mereka itu juga. Itu kan politik namanya. Pesantren, NU, enggak ada yang begitu karena kita dukung negara pancasila,” ucap Asad.
    
Dia berpesan agar nilai-nilai Pancasila terus dikuatkan sehingga aksi-aksi radikalisme bisa ditekan. (Indigo)

Berita Majalah Detektif Edisi 138, Februari 2016 :

Bom Thamrin, 22 Terduga Teroris Ditahan
Banyak Mafia di Bisnis Garam
Jaksa Yulianto: Memang Saya Kader Hary Tanoe
Warga Surabaya: Jalan Diperbaiki, Tetap Saja Banjir
Mantan Guru dan Ustadz Jadi Pengedar Narkoba
Walikota Mojokerto: Kami Sangat Terbuka Dengan Daerah Manapun Untuk Mengembangkan Baznas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polri Dapat Dukungan DPR dalam Pemberantasan Judi Online di Komdigi

1 November 2024 - 21:36 WIB

Polri Dapat Dukungan DPR dalam Pemberantasan Judi Online di Komdigi

Jelang Pemilu Kapolri Lantik Kapolda Jawa Timur & Perwira Tinggi Inilah Sosoknya

19 Oktober 2023 - 00:08 WIB

Jelang Pemilu Kapolri Lantik Kapolda Jawa Timur & Perwira Tinggi Inilah Sosoknya

Kapolri Sematkan Bintang Bhayangkara Pratama Kepada 22 Pati Polri, Inilah Perwiranya

3 Juli 2023 - 12:31 WIB

Kapolri Sematkan Bintang Bhayangkara Pratama Kepada 22 Pati Polri, Inilah Perwiranya

Presiden Cabut Kebijakan PPKM, Warga Bebas Berkumpul & Bergerak Lagi, Inilah Aturan Lengkapnya

2 Januari 2023 - 10:34 WIB

Presiden Cabut Kebijakan PPKM, Warga Bebas Berkumpul & Bergerak Lagi, Inilah Aturan Lengkapnya

Dari 18 Partai Yang Diverifikasi 17 Lolos dan Tidak Lolos Hanya 1 Parpol Inilah Penetapan KPU-RI

15 Desember 2022 - 13:12 WIB

Dari 18 Partai Yang Diverifikasi 17 Lolos dan Tidak Lolos Hanya 1 Parpol Inilah Penetapan KPU-RI
Trending di Berita Jakarta