Kabupaten Mojokerto, majalahdetektif.com – Upaya penguatan kemandirian fiskal daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Dalam satu tahun terakhir, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mojokerto (Bapenda) tampil sebagai salah satu perangkat daerah yang berperan strategis dalam mendukung visi kepemimpinan Muhammad Albarra bersama Wakil Bupati dr. M. Rizal Octavian, untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil, dan makmur.
Melalui berbagai terobosan kebijakan serta inovasi pelayanan di bidang perpajakan daerah, Bapenda tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan, tetapi juga pada pembenahan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap transformasi digital. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah di Bumi Majapahit.

Selama periode satu tahun kepemimpinan kepala daerah saat ini, Bapenda Kabupaten Mojokerto berhasil mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Salah satunya, Bapenda dinobatkan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) dengan persentase pencatatan transaksi pengadaan barang dan jasa tertinggi melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan belanja pemerintah daerah.
Tak hanya itu, Kabupaten Mojokerto juga meraih penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai Kabupaten Terbaik II wilayah Jawa–Bali. Penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.
Sejumlah capaian tersebut semakin mengukuhkan peran Bapenda sebagai OPD yang responsif dalam mendukung penyusunan kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi daerah. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus didorong sebagai penopang utama keberlanjutan pembangunan Kabupaten Mojokerto.
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, menegaskan bahwa berbagai inovasi dan pembenahan pelayanan pajak daerah yang dilakukan selama ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung arah pembangunan daerah.
“Seluruh program dan inovasi kami rancang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, memperkuat digitalisasi sistem perpajakan, serta mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah sebagai fondasi pembangunan. Upaya ini selaras dengan visi mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” ujarnya.
Dengan konsistensi inovasi dan tata kelola yang semakin modern, Bapenda Kabupaten Mojokerto diharapkan terus menjadi motor penggerak penguatan fiskal daerah sekaligus mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan. (Den/Adv)














