MOJOKERTO | Majalahdetektif.com — Pelatihan kewirausahaan di Kota Mojokerto tidak dirancang berhenti pada peserta yang hadir. Tim Penggerak PKK didorong menjadi pengganda pengetahuan agar keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan ke anggota Dasawisma dan berujung pada lahirnya wirausaha baru.
Skema tersebut diterapkan melalui pelatihan entrepreneurship yang mencakup pengolahan makanan, pengemasan dan pemasaran di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Kamis (27/8).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi. Pelatihan diikuti perwakilan pengurus TP PKK dari tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, mengatakan keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mulai mengembangkan usaha. Pilihan untuk berwirausaha pun tidak terbatas pada produksi, tetapi juga penjualan maupun menjadi reseller.
“Pelatihan entrepreneurship itu ibu-ibu diberikan bekal untuk bisa menjadi wirausaha. Wirausaha itu pengusaha, bisa berjualan, bisa berproduksi, bisa menjadi reseller atau apa pun, itu namanya wirausaha,” tutur Ning Ita.
Namun, peserta tidak diposisikan sebagai penerima manfaat akhir dari program tersebut. Pelatihan dirancang dengan konsep training of trainer (TOT), sehingga pengetahuan yang diperoleh diharapkan kembali disebarluaskan ke lingkungan masing-masing.
Dengan pola tersebut, satu peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang keterampilan untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi penghubung pengetahuan bagi anggota Dasawisma.
“Yang hadir diharapkan bisa transfer knowledge kepada anggota Dasawisma panjenengan masing-masing,” terang Ning Ita.
Dari pelatihan menuju wirausaha baru
Bagi Pemerintah Kota Mojokerto, penguatan kapasitas masyarakat melalui UMKM menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Ning Ita menekankan agar pelatihan yang diberikan kepada kader PKK tidak berhenti sebagai agenda kegiatan. Ada tujuan yang hendak dicapai setelah pelatihan, yakni semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk memulai usaha.
Konsep tersebut sekaligus menempatkan PKK bukan hanya sebagai kelompok yang mengikuti program pemberdayaan, tetapi sebagai bagian dari rantai penyebaran keterampilan di tengah masyarakat.
“Goalnya, tujuannya, outcome-nya adalah tumbuh para wirausaha baru melalui gerakan PKK,” pungkasnya.














