PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama 242 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan di Mojokerto, Pemkab dan BPN Perkuat Perlindungan Aset Umat

Berita Pemkot Mojokerto

Doa untuk Korban Bencana NTT, Ning Ita Ajak Warga Ubah Empati Menjadi Aksi

badge-check


					Doa untuk Korban Bencana NTT, Ning Ita Ajak Warga Ubah Empati Menjadi Aksi Perbesar

MOJOKERTO | Majalahdetektif.com — Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengetuk empati warga Mojokerto. Di tengah perbedaan agama dan komunitas, doa bersama menjadi pintu untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata bagi para korban.

Pesan tersebut mengemuka dalam refleksi dan doa lintas agama di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, Kamis (27/8) malam. Kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai komunitas, yayasan dan organisasi itu tidak hanya menjadi ruang untuk mendoakan korban, tetapi juga menghimpun kepedulian bagi warga terdampak bencana.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turut berdonasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, solidaritas kemanusiaan dapat menjadi titik temu masyarakat tanpa melihat latar belakang suku, ras maupun agama.

“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya mengucapkan terima kasih. Ini adalah sebuah wujud kepedulian kita. Tidak melihat perbedaan yang kita miliki, tetapi kita dipersatukan oleh kemanusiaan yang kita miliki,” tutur Ning Ita.

Ia mengatakan, musibah yang menimpa masyarakat NTT telah mengetuk rasa empati masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, kepedulian menurutnya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk membantu korban.

“Ketukan empati itulah yang kemudian melahirkan sebuah tindakan yang kita lakukan, dengan memohonkan kepada Tuhan supaya mereka semuanya diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.

Ning Ita menyebut bencana terjadi di tiga kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa, menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi, serta berdampak pada rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Empati sekaligus kewaspadaan

Di tengah kepedulian terhadap korban di NTT, Ning Ita juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana di daerah masing-masing.

Ia menyinggung potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Masyarakat yang hendak melakukan pendakian juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di wilayah yang akan dituju.

Menurutnya, informasi mengenai potensi maupun perkembangan bencana perlu menjadi perhatian masyarakat. Ia mendorong warga memanfaatkan sumber informasi resmi untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini.

“Bencana itu potensinya ada di hampir seluruh wilayah. Jadi mohon untuk memanfaatkan sumber-sumber media, termasuk situs atau media sosial BMKG. Informasi itu akan terus dilakukan update setiap saat,” tambahnya.

Bagi Ning Ita, doa dan kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya menjadi bentuk solidaritas kepada masyarakat NTT. Momentum tersebut juga diharapkan memperkuat kerukunan masyarakat di Kota Mojokerto.

Ia berharap kebersamaan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat terus terjaga sebagai bagian dari karakter Kota Mojokerto sebagai kota toleran dan harmoni.

“Terima kasih atas kekompakan, keguyuban, kerukunan semuanya. Inilah semangat kita sebagai kota toleran, kota harmoni,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

7 September 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto