PKD Kabupaten Mojokerto Matangkan Persiapan Mini Soccer PWMR CUP 2026 Istiqomah Selawatan, Menanam Doa untuk Masa Depan Generasi SMKN 1 Mojokerto Gelar Career Match & Campus Fest 2026: Cari Kerja atau Kuliah? CESA 2026 SMAN 2 Mojokerto: Cari Kampus Impianmu Kades Temon Absen Sidang Sengketa Informasi, Permohonan Transparansi APBDes Tetap Berlanjut Kalah di Komisi Informasi, Ketua PKDI Mojokerto Wajib Buka Dokumen Anggaran Desa

Religi & Sosial

Istiqomah Selawatan, Menanam Doa untuk Masa Depan Generasi

badge-check


					Istiqomah Selawatan, Menanam Doa untuk Masa Depan Generasi Perbesar

Istiqomah Selawatan, Menanam Doa untuk Masa Depan Generasi

MOJOKERTO, majalahdetektif.com – Rutinan selawatan ke-19 yang digelar oleh Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa menjadi ruang spiritual yang sarat makna, tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga ikhtiar membangun generasi penerus yang cinta Islam dan nilai kemanusiaan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di kediaman Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., Jalan Raya Banjarsari Nomor 59, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (24/1/2026).

Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda tersebut menegaskan bahwa istiqomah dalam kebaikan adalah pondasi utama dalam kehidupan, baik sebagai individu, kepala keluarga, maupun bagian dari masyarakat. Melalui selawatan dan doa bersama, ia berharap tradisi ini terus menjadi wasilah keberkahan, ketenangan batin, serta sarana mendekatkan generasi muda kepada nilai-nilai keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi Purwanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jemaah atas doa-doa yang telah dipanjatkan. Ia mengungkapkan bahwa berkat doa bersama dan izin Allah SWT, anak pertamanya, Titan Pasyahrani Hadi, berhasil meraih nilai A di seluruh mata kuliah dan kini menempuh semester lima di Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya.

Tak hanya itu, ia juga memohon doa untuk anak keduanya yang saat ini duduk di kelas XI SMAN 1 Bangsal, agar senantiasa dimudahkan dalam menempuh pendidikan setelah sebelumnya berhasil meraih peringkat pertama di sekolahnya. Hadi juga mengajak jemaah untuk bersama-sama mendoakan para ahli kubur keluarga serta seluruh kaum muslimin dan muslimat.

“Kami berusaha istiqomah mengantarkan generasi penerus agar mencintai Islam melalui selawatan, doa bersama, dan mendengarkan kisah-kisah teladan Rasulullah SAW. Mengajarkan agama kepada anak-anak adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ujar Hadi Purwanto yang akrab disapa Hadi Gerung.

Sementara itu, Penasihat Jemaah, K.H. Hasan Mathori, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua selagi masih diberi kesempatan hidup bersama. Menurutnya, kasih sayang orang tua adalah yang paling tulus dan tak tergantikan.

“Orang yang paling sayang kepada kita adalah orang tua kita. Maka selama mereka masih ada, perbanyaklah berbuat baik kepada mereka,” pesan Kiai Mathori di hadapan jemaah.

Ia juga menekankan bahwa amal kebaikan yang dilakukan secara istiqomah akan menjadi sumber kebahagiaan, tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang tua yang telah wafat. Kiai Mathori mengutip firman Allah SWT bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh, serta menegaskan bahwa ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa daun dan buah.

Dalam ceramahnya, Kiai Mathori turut mengingatkan nilai kepedulian sosial, khususnya dalam berbagi rezeki. Ia menilai kekayaan sejati bukan diukur dari harta, melainkan dari perilaku dan keikhlasan berbagi kepada sesama.

“Mas Hadi Purwanto ini contoh orang kaya yang benar. Bukan soal harta, tapi bagaimana ia berbagi, mengundang jemaah untuk selawatan, dan menghadirkan keberkahan di rumahnya,” tuturnya.

Penasihat kegiatan, Ustaz Mukid, menambahkan bahwa doa bersama dan selawatan adalah amalan yang memiliki kekuatan luar biasa. Ia mengajak jemaah untuk terus saling mendoakan, karena tidak ada yang mengetahui doa siapa yang akan dikabulkan Allah SWT.

“Ketika manusia meninggal dunia, yang menemani hanyalah amalnya. Hari ini kita selawatan, berdoa, dan bersilaturahmi. Semua itu kelak akan menjadi penolong kita,” pungkas Ustaz Mukid.

Rutinan selawatan Al Haddad Djawa Dwipa ini pun diharapkan terus menjadi tradisi yang menumbuhkan spiritualitas, memperkuat silaturahmi, serta menghadirkan nilai-nilai keislaman yang membumi di tengah masyarakat Mojokerto. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rutinan Khotmil Qur’an Dusun Banjarsari Berjalan Konsisten, Tokoh Masyarakat Harapkan Sinergi Pemerintah Desa

4 Januari 2026 - 10:21 WIB

Rutinan Khotmil Qur’an Dusun Banjarsari Berjalan Konsisten, Tokoh Masyarakat Harapkan Sinergi Pemerintah Desa

Selawatan ke-17 di LBH Djawa Dwipa: Doa Bersama untuk Orang Tua dan Penguatan Syiar Keagamaan di Kedunglengkong

29 November 2025 - 14:58 WIB

Selawatan ke-17 di LBH Djawa Dwipa: Doa Bersama untuk Orang Tua dan Penguatan Syiar Keagamaan di Kedunglengkong

Khotmil Quran ke-18 di Banjarsari, Momentum Istiqomah dan Bakti kepada Orang Tua

2 November 2025 - 11:16 WIB

Khotmil Quran ke-18 di Banjarsari, Momentum Istiqomah dan Bakti kepada Orang Tua

Istiqomah Sholawatan dan Doa Bersama, Hadi Purwanto: Ibadah Harus Seimbang dengan Kehidupan Dunia

26 Oktober 2025 - 02:09 WIB

Istiqomah Sholawatan dan Doa Bersama, Hadi Purwanto: Ibadah Harus Seimbang dengan Kehidupan Dunia

Tradisi Spiritualitas Tak Pernah Padam, Hadi Purwanto Gelar Khotmil Qur’an ke-17 di Makam Umum Banjarsari

6 Oktober 2025 - 04:13 WIB

Tradisi Spiritualitas Tak Pernah Padam, Hadi Purwanto Gelar Khotmil Qur’an ke-17 di Makam Umum Banjarsari
Trending di Religi & Sosial