DPRD Kota Mojokerto Tekankan Percepatan APBD Perubahan 2026, OPD Diminta Matangkan Program dan Anggaran PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Berita Mojokerto

Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Di Pertanyakan DPRD Kota Mojokerto

badge-check
MOJOKERTO – majalahdetektif.com : Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Mojokerto jadi atensi DPRD setempat. Sorotan kalangan wakil rakyat ini menyusul tengara tidak adanya secuil pun aktivitas pembangunan di “kota onde-onde” hingga menjelang pertengahan tahun ini.

Persoalan ini ditindaklanjuti dengan gelaran inspeksi mendadak (sidak) oleh wakil rakyat dari Komisi II ke dinas teknis tersebut, Kamis (4/5). Pertemuan membahas pelaksanaan pembangunan selama kurun tahun 2017 dengan Kadis PUTR Wiwiet Febriyanto dilakukan secara tertutup di ruang rapat PUTR.

“Kita menanyakan progres pembangunan tahun ini. Sebab, sampai pertengahan tahun kok tidak ada proyek,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi seusai sidak.

Pihak Komisi II ini mengaku khawatir jika PUTR terlampau adem ayem maka pelaksanaan proyek terfokus akhir tahun dan hasilnya acak-acakan.

“Jangan sampai proyeknya tak jalan. Harusnya dilakukan bertahap sesuai rencana mulai awal tahun sehingga hasilnya maksimal,” katanya.

Politisi PAN ini tampaknya tak puas dengan argumen Wiwiet atas mandeknya pelaksanaan pembangunan tahun ini. “PU mengatakan kendala ada di LPSE yang system aplikasinya error,” ungkapnya.

Kepala DPUTR Kota Mojokerto Wiwiet Febriyanto tidak berhasil dikonfirmasi atas dugaan mandeknya pelaksanaan pembangunan di kota ini. Ia masih menemui seorang stafnya hingga lama pasca sidak.

Sementara itu, menjawab tudingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Mojokerto sebagai biang leletnya proses lelang, Ketua ULP Agus Heri Santoso menepisnya. “Memang aplikasi versi 4 kita sempat error, namun sudah aktif mulai awal bulan ini,” katanya.

Agus mengungkapkan, dari ratusan proyek PUTR, instansi itu hanya menyorong lima proyek saja untuk dilelang. “PUTR hanya menyorong lima proyek seperti RPH (Rumah Potong Hewan), pagar TPA, dan Kantor Kecamatan Kranggan. Itupun berkasnya kita kembalikan karena dokumennya tidak lengkap,” jelasnya.

Kata ia, dokumen lelang proyek-proyek itu harus direvisi karena adanya perubahan harga satuan pengadaannya. “HSP-nya harus revisi karena harganya sudah berubah. Dan sejak Januari PU hanya mengajukan lima proyek saja dari ratusan proyek,” jlentrehnya. (Mar/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit

14 September 2026 - 18:06 WIB

POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN

13 September 2026 - 12:43 WIB

BULOG Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan 100 Persen, 156.513 PBP Terima Beras dan Minyak Goreng

19 Juni 2026 - 23:20 WIB

BULOG Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan 100 Persen, 156.513 PBP Terima Beras dan Minyak Goreng

SMKN 1 Dlanggu Buka SPMB Tahap 4 Jalur Prestasi Nilai Akademik, Kuota 65 Persen

5 Juni 2026 - 22:41 WIB

SMKN 1 Jatirejo Berbagi Kasih Sayang di Bulan Ramadan

12 Maret 2026 - 22:43 WIB

Trending di Berita Mojokerto