Bapenda Kabupaten Mojokerto Evaluasi Kinerja Pegawai, Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Diperkuat DPRD Kota Mojokerto Tekankan Percepatan APBD Perubahan 2026, OPD Diminta Matangkan Program dan Anggaran PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

Berita Pemkot Mojokerto

Bukan Lumbung Pangan, tapi Stok Aman: Wali Kota Mojokerto Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

badge-check


					Bukan Lumbung Pangan, tapi Stok Aman: Wali Kota Mojokerto Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga Perbesar

Bukan Lumbung Pangan, tapi Stok Aman: Wali Kota Mojokerto Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Kota Mojokerto, Majalahdetektif.com – Meski bukan termasuk daerah penghasil pangan utama seperti beras dan jagung, Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan bagi warganya.

Dengan luas lahan pertanian yang hanya sekitar 368,93 hektare, Pemkot Mojokerto menghadapi tantangan nyata dalam mencukupi kebutuhan pangan dari sektor produksi lokal. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah Pemkot untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kota Mojokerto memang bukan daerah penghasil pangan pokok, tapi kami tidak tinggal diam. Ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama demi menjamin kesejahteraan warga,” tegasnya.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Pemkot Mojokerto menjalin kerja sama dengan Perum Bulog serta sejumlah daerah penghasil pangan, seperti Kota Batu, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Nganjuk. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pasokan pangan ke Kota Mojokerto.

Selain itu, Pemkot secara rutin menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga dan mengantisipasi gejolak di pasaran. Kebijakan ini diiringi dengan pemberian subsidi ongkos kirim untuk distribusi pangan, sehingga harga jual tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bahan pangan karena alasan harga atau distribusi. Semua harus terjamin, baik dari segi ketersediaan maupun keterjangkauan,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Tak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah, Pemkot Mojokerto juga mendukung petani lokal dengan menyalurkan bantuan setiap tahun, berupa benih padi, pupuk non-subsidi, serta obat-obatan pertanian. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produksi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian yang ada.

Serangkaian strategi ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga ketahanan pangan, sekalipun di tengah keterbatasan lahan. Kolaborasi lintas daerah dan intervensi kebijakan yang tepat menjadi modal penting dalam menciptakan kota yang tangguh dan mandiri secara pangan. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

7 September 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto