Bapenda Kabupaten Mojokerto Galakkan Kepatuhan Pajak Kendaraan Dana Transfer Berkurang Rp 105 M, Badan Anggaran DPRD Kota Mojokerto Berharap Pemkot Mojokerto Prioritaskan Pelayanan Selawatan ke-17 di LBH Djawa Dwipa: Doa Bersama untuk Orang Tua dan Penguatan Syiar Keagamaan di Kedunglengkong Bea Cukai Sidoarjo Ajak Masyarakat Mojokerto Perangi Rokok Ilegal dalam Sosialisasi Ketentuan Cukai Pimpinan PKS DPRD Kota Mojokerto Angkat Bicara Terkait Proses APBD 2026 Mojo Hakordia Run 5K Warnai Kota Mojokerto, Ribuan Peserta Meriahkan Peringatan HAKORDIA dan HUT ke-54 Korpri

Berita Mojokerto

Dengar Keluhan Antrian Pasien RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Berjibun, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Lakukan Sidak

badge-check
Dengar Keluhan Antrian Pasien RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo  Berjibun, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Lakukan Sidak
MOJOKERTO – majalahdetektif.com : Berjibunnya antrian dan  pelayanan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ditindak lanjuti dengan inspeksi mendadak (Sidak) oleh DPRD setempat. Sejumlah wakil rakyat Kota Moiokerto dari Komisi III, memantau secara langsung kondisi antrean pasien di RSUD tersebut menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat.

Dalam Sidaknya, Komisi III DPRD Kota Mojokerto meminta penjelasan terkait persoalan bludakan antrean pasien yang sudah berjalan bertahun-tahun itu. Merekapun mendesak adanya inovasi dan pemecahan permasalahan layanan ke manajemen RSUD berplat-merah ini. “Kita memberi atensi khusus atas kroditnya pelayanan di rumah sakit ini. Kami mencari tahu akar permasalahan ini agar cepat teratasi”, ungkap Ketua Komisi III, Febriana Meldyawati, Senin (03/04/2017) siang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto ini menegaskan, bahwa Sidak yang dilakukan itu untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik agar mendapatkan pelayanan yang maksimal. “Kita berharap, kedepannya tidak ada lagi keluhan yang dirasakan masyarakat dengan panjangnya antrean maupun pelayanan kesehatan di RSUD ini”, tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Febriana Meldyawati.

Dijelaskannya, bahwa dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2 jam itu, Komisi III mendapat pemaparan tentang permasalahan antrean pasien dari pihak manajemen RSUD dan juga langkah pihak RSUD yang bakal dilakukan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Butuh inovasi dalam memecahkan masalah yang sudah terlanjur krodit itu. Seperti penambahan loket, tenaga farmasi dan tentunya pemanfaatan teknologi”, jelasnya.

Sementara itu, ditemui usai hearing dengan Komisi III, Direktur RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr. Sugeng Mulyadi menerangkan, bahwa pembenahan manajemen pelayanan di RSUD sejatinya telah masuk agenda program kerja 2017. “Sebenarnya pembenahan layanan ini sudah masuk program kerja 2017. Bahkan, sudah kami sampaikan dalam pemaparan komitmen kerja dihadapan Wali Kota. Namun, terlanjur ditulis oleh media. Mau bagaimana lagi”, terangnya seraya mengeluh.

Dijelaskannya, bahwa melalui komitmen kerja ini, maka segala bentuk antrean pasien yang selama ini dikeluhkan akan dapat teratasi. “Program pembenahan layanan kita sudah berjalan. Mulai dari pembuatan layanan SMS center, penambahan loket obat dan tenaga medis farmasi juga e-resep”, jelas Dirut RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr. Sugeng Mulyadi.

Dirut RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto inipun merasa optimis, dengan adanya inovasi tersebut segala persoalan antrean pasien akan terselesaikan. “Dengan berjalannya program ini, nantinya tidak ada lagi antrean pasien. Persoalannya selama ini terletak pada racik obat. Untuk mengambil obat butuh waktu minimal 15 menit, sedang pembuatan obat puyer 30 menit”, optimismenya.

Ditandaskannya, bahwa dengan e-resep, maka resep dari dokter poli tidak lagi ditulis secara manual dan ditukar di apotek, melainkan resep itu akan langsung masuk ke meja farmasi. “Dengan e-resep, bagian farmasi langsung bisa menyiapkan obatnya tanpa harus si pasien mengantri dua kali”, tandas dr. Sugeng Mulyadi.

Menurutnya, dalam satu hari pihaknya menangani minimal 400 pasien. Dengan banyaknya jumlah pasien ini maka pihaknya akan menambah jumlah petugas medis yang ada. Menurutnya pula, pihaknya akan memangkas jalur birokrasi penanganan pasien. “Kita akan menambah 2 kamar operasi lagi dari 7 jadi 9 dan menambah bed di kelas 3 untuk melayani besarnya kebutuhan tempat tidur. Dengan demikian, tahun ini persoalan antrian akan kita selesaikan”, pungkasnya (Mar-Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kiai Asep Bakal Dorong Bupati Gus Barra Sikapi Usulan Perbup Dari Ketua PWMR

7 November 2025 - 13:27 WIB

Kiai Asep Bakal Dorong Bupati Gus Barra Sikapi Usulan Perbup Dari Ketua PWMR

Desa Medali Kukuhkan Tiga Perangkat Baru, Tegaskan Komitmen Menuju Desa Digital

29 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Desa Medali Kukuhkan Tiga Perangkat Baru, Tegaskan Komitmen Menuju Desa Digital

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kota Mojokerto Periode 2026–2031 Resmi Dibuka

25 Oktober 2025 - 07:35 WIB

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kota Mojokerto Periode 2026–2031 Resmi Dibuka

PKD Kabupaten Mojokerto Tegaskan Komitmen Bangun Desa Mandiri dan Digital di Era Prabowo

25 Oktober 2025 - 04:54 WIB

PKD Kabupaten Mojokerto Tegaskan Komitmen Bangun Desa Mandiri dan Digital di Era Prabowo

LSM Mojokerto Gandeng PWMR Luncurkan Gerakan Tutup Tambang Ilegal

25 Oktober 2025 - 04:46 WIB

LSM Mojokerto Gandeng PWMR Luncurkan Gerakan Tutup Tambang Ilegal
Trending di Berita Mojokerto