POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama 242 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan di Mojokerto, Pemkab dan BPN Perkuat Perlindungan Aset Umat PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

Berita Pemkot Mojokerto

Kirab Pataka HUT ke-107 Kota Mojokerto, Ning Ita: Simbol Semangat, Amanah Budaya, dan Kehormatan Sejarah

badge-check


					Kirab Pataka HUT ke-107 Kota Mojokerto, Ning Ita: Simbol Semangat, Amanah Budaya, dan Kehormatan Sejarah Perbesar

Kirab Pataka HUT ke-107 Kota Mojokerto, Ning Ita: Simbol Semangat, Amanah Budaya, dan Kehormatan Sejarah

Kota Mojokerto, Majalahdetektif.com — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Kirab Pataka sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-107 Kota Mojokerto, Kamis (5/6). Sebanyak 12 pataka yang merupakan warisan budaya Majapahit dikirab dari Alun-Alun Wiraraja menuju Balai Kota Mojokerto.

Pataka—yang dipinjam dari koleksi Museum Gubug Wayang—diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Kirab ini menjadi simbol pelestarian nilai-nilai luhur dan estafet peradaban yang terus dijaga oleh Kota Mojokerto.

> “Pataka ini adalah lambang semangat, amanah budaya, dan kehormatan sejarah. Pemerintah Kota Mojokerto kini memikul tanggung jawab besar untuk merawat warisan Majapahit sekaligus mewariskannya kepada generasi masa depan,” ujar Ning Ita.

Sebagai daerah yang berdiri di atas jejak peradaban Majapahit, Ning Ita menyebut Mojokerto tidak hanya memiliki kebanggaan historis, tetapi juga tanggung jawab untuk membangkitkan kembali semangat kejayaan masa lampau melalui seni, budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

> “Kami ingin menghadirkan pendidikan yang bermakna, menjadikan ruang-ruang publik sebagai galeri budaya, dan mengintegrasikan budaya ke dalam kekuatan ekonomi kreatif lokal,” imbuhnya.

Dalam momen ini, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Mojokerto dan Museum Gubug Wayang untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Kesepakatan tersebut ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis antara Museum Gubug Wayang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, untuk pelestarian artefak dan batik di Sentra IKM dan PLUT. Kerja sama juga dijalin dengan Bagian Umum Setda untuk penempatan koleksi artefak di Rumah Rakyat dan Balai Kota.

> “Kami berterima kasih kepada Museum Gubug Wayang atas sinergi yang luar biasa. Ini bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi bentuk komitmen bersama dalam membangun identitas dan karakter Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.

Lebih dari sekadar seremoni budaya, kirab pataka ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan jati diri daerah dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

> “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya,” pungkasnya. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

7 September 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto