POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama 242 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan di Mojokerto, Pemkab dan BPN Perkuat Perlindungan Aset Umat PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

Berita Pemkot Mojokerto

Pemkot Mojokerto Gelar Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat 2025: Wujudkan Lingkungan Santri yang Bersih dan Bermutu

badge-check


					Pemkot Mojokerto Gelar Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat 2025: Wujudkan Lingkungan Santri yang Bersih dan Bermutu
Perbesar

Pemkot Mojokerto Gelar Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat 2025: Wujudkan Lingkungan Santri yang Bersih dan Bermutu

Kota Mojokerto, Majalahdetektif.com — Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat 2025 di Ruang Command Center, Balai Kota Mojokerto, Kamis (5/6). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan nyaman.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa peran pesantren tidak hanya terbatas pada pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kualitas lingkungan pesantren perlu menjadi perhatian bersama.

> “Santri tinggal 24 jam di lingkungan pesantren. Artinya, kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas. Masih ada pesantren yang belum memenuhi standar kesehatan lingkungan, dan ini menjadi tugas kita bersama untuk mendampingi dan membina secara berkelanjutan,” kata Ning Ita.

Melalui forum ini, Pemkot Mojokerto mendorong kesiapan, kemampuan, dan kemauan dari semua pihak, khususnya Tim Pembina Pesantren Sehat, untuk mengawal transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan yang layak, sehat, dan bermutu.

> “Pesantren-pesantren di Kota Mojokerto harus bisa unggul, tidak hanya dari sisi ilmu agama, tetapi juga dalam menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang santri secara fisik dan mental,” tambahnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Indeks Kemandirian Kesehatan Pesantren (IKI Pesat) Jawa Timur, terdapat 16 pesantren di Kota Mojokerto, dengan 12 di antaranya telah memiliki Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren). Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pesantren akan terus didorong agar menyentuh seluruh lembaga secara merata.

> “Inilah bentuk sinergi nyata lintas sektor. Kami ingin menciptakan pesantren yang tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga lingkungan yang sehat dan layak bagi para santri,” pungkas Ning Ita. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

7 September 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto