Warga Desa Andhika Tapin Bunuh Diri Dengan Cara Gantung Diri

TAPIN, KALSEL – majalahdetektif.com : Merasa hidup sebatang kara, setelah seratus hari ditinggal Ibu. Warga desa Andhika Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan berinisial Nasrullah (23) nekat akhiri hidupnya dengan bergantung diri di rumah dengan seutas tali rapia dan dandang.

 

Dikonfirmasi Media ini, Kapolsek Tapin Tengah Ipda Erik membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Dikatakannya, Pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2024 Skp 20.15 Wita Polsek Tapin Tengah mendapat telpon dari kepala Desa Andhika mengabarkan bahwa salah satu warganya di temukan gantung diri dirumahnya.

 

Langsung Kapolsek Tapin Tengah beserta Kanit Reskrim menuju TKP. Dikatakan Kapolsek, yang pertama kali menemukan adalah tetangganya bernama Amat dan Arsyad. Amat mengajak Saudara Arsyad untuk mengecek korban karena Nasrullah hidup seorang diri (yatim piatu) karena orang tua nya baru saja meninggal dan korban juga tidak memiliki pekerjaan tetap karena hanya memiliki ijasah SD.

 

Amat selaku tetangga korban merasa curiga dan tidak seperti biasanya sepanjang hari tidak melihat Nasrullah keluar rumah, kemudian Amat dan Arsyad mengajak kerabat korban yang bernama Ijul untuk mendobrak pintu belakang rumah korban dikarenakan pintu depan rumah korban terkunci dari dalam. Setelah Arsyad mendobrak pintu belakang rumah Amat, Arsyad dan Ijul terkejut melihat korban Nasrullah sudah tergantung mengunakan tali plastik warna hijau dengan posisi korban tergantung diatas kursi rotan dengan ciri-ciri saat ditemukan lidah korban menjulur keluar kemudian Arsyad memberitahukan kepada Kepala Desa Andhika setelah itu kepala desa Andhika melaporkan kepada Polsek Tapin Tengah.Jenazah di bawa ke RS. Datu Sanggul untuk memastikan waktu kematian korban. (Nas)

Leave a Reply