Kapolres Mojokerto Buka Ruang Kritik, Minta Pers Sajikan Pemberitaan Objektif Bapenda Kabupaten Mojokerto Evaluasi Kinerja Pegawai, Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Diperkuat DPRD Kota Mojokerto Tekankan Percepatan APBD Perubahan 2026, OPD Diminta Matangkan Program dan Anggaran PKDI Mojokerto Juara PKDI Cup II 2026, Gol Arif Rahman Antar Trofi ke Bumi Majapahit POHON TUMBANG GANGGU LALU LINTAS DI PEREMPATAN JAYANEGARA–PAHLAWAN, POHON KEROPOS JADI SOROTAN Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

Berita Pemkot Mojokerto

Pemkot Mojokerto Ikuti Verifikasi Lanjutan Kota Sehat 2025, Ning Ita Paparkan Sejumlah Inovasi

badge-check


					Pemkot Mojokerto Ikuti Verifikasi Lanjutan Kota Sehat 2025, Ning Ita Paparkan Sejumlah Inovasi Perbesar

Pemkot Mojokerto Ikuti Verifikasi Lanjutan Kota Sehat 2025, Ning Ita Paparkan Sejumlah Inovasi

Mojokerto, majalahdetektif.com – Pemerintah Kota Mojokerto mengikuti verifikasi lanjutan Kota Sehat 2025 yang digelar secara daring bersama Tim Verifikator Nasional, Rabu (20/8), di Ruang Sabha Mandala Madya. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memaparkan implementasi sembilan tatanan Kota Sehat berikut capaian dan inovasi yang telah dijalankan di Kota Onde-onde.

Dalam paparannya, Ning Ita menegaskan bahwa penguatan kelembagaan telah berjalan sistematis. Kota Mojokerto memiliki SK Tim Pembina Kota Mojokerto Sehat, Forum Kota Mojokerto Sehat (FKKS), tiga FKKS kecamatan, serta 18 Pokja Sehat di setiap kelurahan. Seluruhnya didukung program kerja dan alokasi anggaran masing-masing, dengan sekretariat tingkat kota berada di Baperida.

Lebih jauh, ia menyebut partisipasi masyarakat menjadi roh dari gerakan Kota Sehat. Sejumlah inovasi lahir dari warga, seperti Lisa Berdasi (gerakan kebersihan), Gardumas dan Gerbang Wali (renovasi rumah warga miskin berbasis gotong royong), hingga Sami Gel (pengolahan minyak jelantah menjadi sabun). “Semua gerakan ini membuktikan kesadaran warga Mojokerto sangat luar biasa,” ujarnya.

Pada tatanan pertama (kehidupan masyarakat sehat mandiri), angka harapan hidup meningkat dari 75,8 tahun (2023) menjadi 75,99 tahun (2024). Inovasi yang lahir antara lain Gayatri (gerbang layanan informasi terpadu kesehatan), Canting Gula Mojo (pemberdayaan masyarakat), dan Ambyar Group (perlindungan anak-anak dan remaja dari rokok).

Di tatanan kedua (permukiman dan fasilitas umum), pengurangan timbulan sampah meningkat dari 15,89% (2023) menjadi 19,46% (2024), setara lebih dari 7.000 ton. Kesadaran warga didukung keberadaan bank sampah, relawan lingkungan, serta inovasi Gempa Genting, Bajak Sambal Terasi, dan Debu Meja Kursi.

Pada tatanan ketiga (pendidikan), jumlah sekolah Adiwiyata mencapai 87 dari total 105 sekolah. Kota Mojokerto juga meraih Kota Layak Anak kategori Nindya, Adiwiyata Mandiri, dan Adiwiyata Nasional. Sejumlah inovasi sekolah sehat juga berjalan, seperti Peritma UKS Spenda Moko, Gel Idaman, Si Taman Vega, dan Sambo di Kartu As.

Untuk tatanan keempat (pasar sehat), seluruh pasar di Kota Mojokerto telah 100% memenuhi regulasi kawasan sehat dan kawasan tanpa rokok, sekaligus mengelola sampah organik untuk pakan maggot dan anorganik melalui bank sampah.

Capaian lain juga ditunjukkan di tatanan kelima (perkantoran dan perindustrian) dengan kenaikan Indeks Kinerja Mikro di aplikasi SIKINAS dari 110 (2023) menjadi 200 (2024). Seluruh tempat kerja sudah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan berkala, serta melahirkan inovasi Klinik Perisai di MPP Gajah Mada.

Di sektor pariwisata (tatanan keenam), 27% akomodasi telah bersertifikat layak sehat dan seluruh daya tarik wisata menerapkan prinsip inklusif. Sedangkan tatanan ketujuh (transportasi dan tertib lalu lintas) mencatat penurunan fatalitas kecelakaan, bertambahnya jalur sepeda, serta penghargaan Wahana Tata Nugraha 15 kali berturut-turut, dengan inovasi Si Imut Kerto (manajemen uji kendaraan) dan Smart PJU.

Untuk tatanan kedelapan (perlindungan sosial), indikator layanan dasar meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka menurun, serta tingkat kriminalitas turun signifikan. Sementara pada tatanan kesembilan (penanggulangan bencana), Kota Mojokerto telah memiliki kajian risiko, rencana kontingensi, sistem peringatan dini di Sungai Sadar, dan inovasi Sijari Pena serta Damkar Mendekat.

Menutup paparannya, Ning Ita menyampaikan terima kasih atas kesempatan verifikasi dan menegaskan bahwa Kota Sehat bukan semata penghargaan, melainkan komitmen bersama.

“Besar harapan kami, tim verifikator memberikan kesempatan baik bagi Kota Mojokerto untuk terus meningkatkan predikat Kota Sehat. Bagi kami, Kota Sehat bukan sekadar awarding, tetapi komitmen agar Mojokerto menjadi kota yang nyaman dan layak huni bagi semua warganya,” pungkasnya. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wawali Mojokerto Dorong Perusahaan Lindungi Pekerja, Bukan Sekadar Takut Sanksi

11 September 2026 - 10:14 WIB

Tekan Kriminalitas dari Lingkungan Terkecil, Ning Ita Perkuat Gerakan Kelurahan Sadar Hukum

9 September 2026 - 08:50 WIB

Ning Ita Minta Siskamling Tak Hanya Aktif Saat Lomba, Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

8 September 2026 - 16:50 WIB

PBB 90 Persen hingga Lingkungan Bersih, Ini Lima Kriteria Kelurahan Sadar Hukum

8 September 2026 - 10:16 WIB

Dibekali Keterampilan Kuliner, 60 Warga Binaan Lapas Mojokerto Disiapkan Mandiri Usai Bebas

7 September 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Pemkot Mojokerto