MOJOKERTO, majalahdetektif.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak cepat merespons dinamika harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik. Melalui forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), berbagai langkah strategis disiapkan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
Rapat koordinasi yang digelar di Ruang Satya Bina Karya (SBK), Kamis (12/3), dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan pentingnya penguatan strategi pengendalian inflasi berbasis konsep 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif antar pemangku kepentingan.

“Momentum Ramadan hingga Idulfitri selalu diiringi peningkatan permintaan. Karena itu, kita harus memastikan seluruh aspek pengendalian berjalan optimal agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar,” tegasnya.
Dalam pemaparan awal, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas pangan strategis mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit, tomat, telur ayam ras, serta potensi kenaikan daging sapi. Kendati demikian, secara umum kondisi inflasi daerah masih terkendali.
“Secara tahunan, inflasi Kabupaten Mojokerto pada Februari 2026 berada di angka 2,09 persen, masih dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi satu persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, komoditas yang memberi kontribusi terhadap fluktuasi harga antara lain cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam, beras, hingga komoditas non-pangan seperti emas perhiasan.
Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Agung Budi Laksono, menyoroti adanya tekanan dari kondisi global yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar seperti Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India, disebutnya berpotensi berdampak pada rantai pasok dan permintaan global.
“Ketidakpastian global menuntut respons kebijakan yang adaptif agar ekonomi daerah tetap resilien dan mampu tumbuh di tengah tekanan eksternal,” ujarnya.
Di sisi lain, data menunjukkan Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan dan 4,88 persen secara tahunan pada Februari 2026. Faktor musiman, cuaca ekstrem, serta peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan menjadi pemicu utama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menekankan pentingnya langkah mitigasi berbasis data. Ia mendorong pemantauan harga secara real-time serta intervensi cepat, terutama pada komoditas yang bersifat volatil seperti beras, cabai, telur, gula, dan daging ayam.
Menurutnya, operasi pasar murah tetap menjadi instrumen efektif dalam menjaga daya beli masyarakat, meskipun perlu didukung distribusi yang merata dan tepat sasaran. Tahun ini, pasar murah telah digelar di Pasar Pacet serta kawasan industri Ajinomoto sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga.
“Efektivitas pasar murah sangat ditentukan oleh cakupan wilayah dan ketersediaan pasokan. Selain itu, pengawasan distribusi juga penting untuk mencegah penimbunan oleh oknum tertentu,” jelasnya.
Merespons hal tersebut, Bupati Mojokerto menegaskan bahwa strategi 4K harus diimplementasikan secara konkret melalui berbagai program, seperti gerakan pangan murah, inspeksi pasar bersama Satgas Pangan, dukungan transportasi distribusi, hingga kerja sama antar daerah penghasil komoditas.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus meminta agar cakupannya terus diperluas.
“Saya minta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID bekerja maksimal dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Koordinasi harus diperkuat agar setiap gejolak harga bisa segera ditangani,” tegasnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan strategi yang terarah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menyambut Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan. (Den)














